Yenny Wahid; Kenaikan BBM Picu Konflik - Buntet Pesantren Yenny Wahid; Kenaikan BBM Picu Konflik - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Sunday, May 25, 2008

    Yenny Wahid; Kenaikan BBM Picu Konflik


    yenny.jpgPro kontra kenaikan BBM dan penyaluran BLT marak di sebagian masyarakat kita. Termasuk 100 mahasiswa yang ditahan polisi karena menentang kebijakan pemerintah menaikan BBM.

    Kini seperti ditulis kompas hari ini, Sabtu, 24/5 sebbuah peringatan keras dilontarkan oleh Sekjen Dewan Partai Kebangkitan
    Bangsa (DPP PKB) Yenny Wahid.
    Putri sulung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini tegas menyatakan,
    pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi pemerintah
    menaikan harga BBM, bisa memicu konflik sosial. Bahkan, tidak menutup
    kemungkinan konflik seperti kerusuhan Mei tahun 1997 lalu bisa terulang.



    "Kalau
    kondisi ekonomi makin parah, maka bukan tidak mungkin akan terjadi
    konflik horizontal dan konflik vertikal. Konflik horizontal sudah jelas
    ya, bisa akan sama seperti kerusuhan Mei 1997. Ada yang memprovokasi
    satu saja, sangat mungkin kerusuhan seperti Mei terjadi. Sekarang ini
    orang-orang sudah panik menghadapi kondisi ekonomi yang serba sulit
    sekarang ini," cetus Yenny Wahid yang ditemui usai jumpa pers di DPP
    PKB, Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan.

    Konflik horizontal,
    kata Yenny juga sangat mungkin terjadi. "Akan terjadi kanibalisasi
    sesama rakyat miskin. Tingkat kriminalitas sudah pasti akan naik. Yang
    paling kuat akan menang. Pemerintah dalam program BLT ini hanya
    terkesan ingin membeli simpati rakyat saja, tanpa tahu dampaknya,"
    tegas Yenny Wahid.

    Dewan Pimpinan Pusat  Generasi  Muda
    Mathla'ul Anwar di tempat terpisah juga menyerukan kepada pemerintah
    untuk meninjau ulang pembagian bantuan BLT. Melalui ketua umumnya, Son
    Haji Ujaji, BLT adalah program yang jelas-jelas tidak mendidik yang
    dicontohkan kepada pemerintah.

    Disamping kurang mendidik,
    program BLT ini hanya menghasilkan masyarakat  dengan mental
    peminta-minta. Pada pelaksanaanya, pasti akan terjadi konflik. Lebih
    baik, dana subsidi itu digunakan pada proporsinya dengan cara memberi
    kail, bukan memberi ikan. Memang, kenaikan BBM ini adalah pilihan pahit
    dari yang terpahit," kata Son Haji Ujaji.

    Yenny Wahid kemudian
    menambahkan, dalam konsistusi negara, tujuan utamanya adalah
    menciptakan kesejhaterakan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa,
    bermartabat. Akan tetapi yang terjadi di rezim pemerintahan SBY- JK
    saat ini, tidak mampu memberikan kepada rakyatnya secara keseluruhan.

    "Kecerasan
    mana? Malah rakyatnya makin bodoh karena biaya pendidikan sekarang luar
    biasa mahalnya. Sistem pendidikan yang mengutakamakan kepada angka,
    bukan kepada sistemnya sendiri. Direduksi hanya sekedar angka-angka
    saja. Kita terpuruk sangat luar biasa karena kita dikontrol modal asing
    yang mendikte perekonomian kita. Semua harus sesuai dengan Washington
    Consensus. Semua negara yang masih ikut dalam Washington Consensus,
    negaranya amburadul, sama seperti kita ," tegas Yenny Wahid.

    "Bangsa
    ini, perlu ada perubahan dari kepemimpinan yang sekarang. Pemerintah
    sekarang hanya membela kepentingan kaum konglomerat saja. Makanya, atas
    kenaikan harga BBM ini, kita akan mengajukan hak angket," tandasnya
    lagi.

    Yenny dalam jumpa pers juga mengingatkan bahwa BBM adalah
    nyawa dari semua jenis industri yang memiliki dampak dua arah. 
    Terhadap konsumen dan produsen. Sudah pasti, jelas Yenny rakyat akan
    terpukul oleh naiknya semua harga barang.


     




    Rachmat Hidayat
    Sumber : Persda Network/kompas


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Yenny Wahid; Kenaikan BBM Picu Konflik Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top