Yang Sesat dan Yang Ngamuk - Buntet Pesantren Yang Sesat dan Yang Ngamuk - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, May 2, 2008

    Yang Sesat dan Yang Ngamuk


     



    Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

    Karena melihat sepotong, tidak sejak awal, saya mengira massa yang
    ditayangkan TV itu adalah orang-orang yang sedang kesurupan masal.
    Soalnya, mereka seperti kalap. Ternyata, menurut istri saya yang
    menonton tayangan berita sejak awal, mereka itu adalah orang-orang yang
    ngamuk terhadap kelompok Ahmadiyah yang dinyatakan sesat oleh MUI.




    Saya
    sendiri tidak mengerti kenapa orang -yang dinyatakan- sesat harus
    diamuk seperti itu? Ibaratnya, ada orang Semarang bertujuan ke Jakarta,
    tapi ternyata tersesat ke Surabaya, masak kita -yang tahu bahwa orang
    itu sesat- menempelenginya. Aneh dan lucu.

    Konon orang-orang yang ngamuk itu adalah orang-orang Indonesia yang
    beragama Islam. Artinya, orang-orang yang berketuhanan Allah Yang
    Mahaesa dan berkemanusiaan adil dan beradab. Kita lihat imam-imam
    mereka yang beragitasi dengan garang di layar kaca itu kebanyakan
    mengenakan busana Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

    Kalau benar mereka orang-orang Islam pengikut Nabi Muhammad SAW,
    mengapa mereka tampil begitu sangar, mirip preman? Seolah-olah mereka
    tidak mengenal pemimpin agung mereka, Rasulullah SAW.

    Kalau massa yang hanya makmum, itu masih bisa dimengerti. Mereka
    hanyalah mengikuti telunjuk imam-imam mereka. Tapi, masak imam-imam
    -yang mengaku pembela Islam itu- tidak mengerti misi dan ciri Islam
    yang rahmatan lil ’aalamiin, tidak hanya rahmatan lithaaifah
    makhshuushah (golongan sendiri). Masak mereka tidak tahu bahwa pemimpin
    agung Islam, Rasulullah SAW, adalah pemimpin yang akhlaknya paling
    mulia dan diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

    Masak mereka tidak pernah membaca, misalnya ayat "Ya ayyuhalladziina
    aamanuu kuunuu qawwamiina lillah syuhadaa-a bilqisthi…al-aayah" (Q. 5:
    8). Artinya, wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu
    penegak-penegak kebenaran karena Allah dan saksi-saksi yang adil. Dan
    janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeret kamu untuk
    berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa.
    Takwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau
    kerjakan.

    Apakah mereka tidak pernah membaca kelembutan dan kelapangdadaan Nabi
    Muhammad SAW atau membaca firman Allah kepada beliau, "Fabimaa rahmatin
    minaLlahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhal qalbi lanfaddhuu
    min haulika… al-aayah" (Q. 3: 159). Artinya, maka disebabkan rahmat
    dari Allah-lah engkau berperangai lemah lembut terhadap mereka.
    Sekiranya engkau kasar dan berhati kejam, niscaya mereka akan lari
    menjauhimu…"

    Tak Mengerti

    Sungguh saya tidak mengerti jalan pikiran atau apa yang merasuki
    pikiran mereka sehingga mereka tidak mampu bersikap tawaduk penuh
    pengayoman seperti dicontoh-ajarkan Rasulullah SAW di saat menang.
    Atau, sekadar membayangkan bagaimana seandainya mereka yang merupakan
    pihak minoritas (kalah) dan kelompok yang mereka hujat berlebihan itu
    mayoritas (menang).

    Sebagai kelompok mayoritas, mereka tampak sekali -seperti kata orang
    Jawa- tidak tepa salira. Apakah mereka mengira bahwa Allah senang
    dengan orang-orang yang tidak tepo saliro, tidak menenggang rasa? Yang
    jelas Allah, menurut Rasul-Nya, tidak akan merahmati mereka yang tidak
    berbelas kasihan kepada orang.

    Saya heran mengapa ada -atau malah tidak sedikit- orang yang sudah
    dianggap atau menganggap diri pemimpin bahkan pembela Islam, tapi
    berperilaku kasar dan pemarah. Tidak mencontoh kearifan dan kelembutan
    Sang Rasul, pembawa Islam itu sendiri. Mereka malah mencontoh dan
    menyugesti kebencian terhadap mereka yang dianggap sesat.

    Apakah mereka ingin meniadakan ayat dakwah? Ataukah, mereka memahami
    dakwah sebagai hanya ajakan kepada mereka yang tidak sesat saja?

    Atau? Kelihatannya kok tidak mungkin kalau mereka sengaja berniat
    membantu menciptakan citra Islam sebagai agama yang kejam dan ganas
    seperti yang diinginkan orang-orang bodoh di luar sana. Tapi… (sumber: gusmus.net)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Yang Sesat dan Yang Ngamuk Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top