Menggapai impian - Buntet Pesantren Menggapai impian - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Thursday, May 1, 2008

    Menggapai impian


    Oleh: Amru
    Bermimpi untuk mencapai tujuan tertentu merupakan hiasan bagi manusia. Ia mewarnai setiap gerak langkah manusia. Seorang pelari mau mendayagunakan gerakan kakiknya demi sebuah mimpi menjadi juara pertama. Pemain sepak bola bersama timnya berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan adalah demi impian mendapatkan juara dalam pertandingan. Tidak itu saja, para pengemis pun rela berjemur seharian di atas jembatan layang jalan protokol, juga demi mencari impian mendapatkan rezeki dari orang-orang yang lalu lalang. Itu adalah salah satu cara manusia menggapi dan menjemput impian memperoleh rejeki.

    Satu-demi satu rezeki itu datang setelah dijemput dengan berbagai cara yang dimiliki manusia. Ada yang berhasil memperoleh rezeki dengan mudahnya, ada yang gagal setelah berusaha mati-matian. Tim sepakbola kalah telak padahal latiahan panjang menghabiskan biaya tidak sedikit. Hingga si leher beton Mike Tyson kalah bertanding tinju padahal menghabiskan jutaan dollar untuk berlatih dalam rangka menggapai impian menjadi juara dan mendapatkan uang untuk membayar hutang.

    Dalam menyikapi perolehan impian itu juga banyak insan manusia yang berbeda cara menyikapinya; ada yang saking senangnya hingga menghadiahi orang-orang miskin, yatim piatu dan orang yang membuthkan dalam jumlah banyak; ada pula yang menyimpannya rapat-rapatnya, sehingga takut orang lain akan melihat dan mengambilnya. Namun tidak sedikit pula yang gagal dalam menggapi impian hingga jatuh bangkrut baik jasmani maupun rohaninya; ada yang bersedia menghabiskan nyawa yang dimiliki satu-satunya itu karena menganggap sudah tidak berarti lagi hidup; ada pula yang merasa belum milik hingga berusaha mati-matian lagi untuk menggapai impian berikutnya.
     
    Sama seperti orang Jepang, setelah dibom atom di Hirosyima dan Nagasaki. sejak 1945, jepang jatuh namun jumlah bangkitnya melebihi jumlah jatuhnya. Jepang kembali bangkit hingga kini menjadi macan ekonomi Asia. Lihat saja kendaraan buatan Jepang berkeliaran di mana-mana. Merek Toyota, Yamaha, Suzuki seolah-olah merek orang Indonesia karena sudah mendarah daging.

    Ajaran Islam sangat menghargai orang-orang yang mau berusaha mati-matian menjemput rezeki demi menggapai impian. Takdir Allah swt bersifat sbsolut ibarat blue print yang telah tercetak di Lauhul Mahfudz. Namun nasib setiap manusia tidak satupun yang mengetahui karenanya didasarkan bagaimana upaya manusia menjalani kehidupan untuk terus dekat dengan Allah sambil berusaha untuk tetap survive. Allah berfirman: “Allah tidak akan mengubah (nasib) manusia jika mereka sendiri tidak mau mengubah dirinya.” Innallah laa yughoyyiru ma bi qoumin hatta yughoyyiruu ma bianfusihim. Ayat ini sangat qot’I jelas maknanya.
     
    *Penulis adalah santri Buntet Pesantren Cirebon 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menggapai impian Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top