Tolok Ukur Manusia dari Manfaatnya kepada Orang Lain - Buntet Pesantren Tolok Ukur Manusia dari Manfaatnya kepada Orang Lain - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Thursday, April 17, 2008

    Tolok Ukur Manusia dari Manfaatnya kepada Orang Lain

    خطبة جمعة


     


    بسم الله الرحمن الرحيم | السلام عليكم ورحمة الله
    وبركاته


    الحمد لله رب العاليمن وبه نستعين على امور الدنيا
    والدين ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم


    اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ولا نعبد
    الا ايه مخلصين له الدين ولو كره المشركون


    واشهد ان محمدا عبده ورسوله لانبي بعده

    اللهم صلى وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحبه
    ومن تبعه ووالاه. اما بعد.


     

    وياعباد الله اصيكم اياي بتقوالله فقد فاز المتقون



    إعلموا ان الله قد قال في القرآن الكريم وهو اصدق القائلين

    تعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على
    الإثم والعدوان


    صدق الله العظيم

    وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

    خير الناس انفعهم للناس

    صدق الله العظيم وصدق رسوله النبي الكريم ونحن على
    ذلك من الشاهدين والشاكرين والحمد لله رب العالمين


    معاشر المؤمنين


     




    Jamaah Jum'at yang berbahagia, terlebih dahulu saya berwasiat untuk
    diri saya sendiri sekaligus juga untuk hadirin sekalian marilah kita semua
    bertaqwa kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya taqwa juga jangan sampai kita
    meninggalkan dunia kecuali keadaan kita tetap menjaga rel Islam yang
    sesungguhnya.


     

    Ma'aasyirol muslimina rahimakumullaah...

    Allah telah berfirman dalam quran almaidah-2 yang terbaca dalam
    muqaddimah tadi:
    تعاونوا على
    البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان 
    | صدق الله العظيم     


    Artinya: tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan
    taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwwalah
    kamu kepada Allah sungguhnya Allah amat berat siksanya.


     

    Mari kita fahami firman Allah ini.  Kita bersama-sama  tadi menyimak ada kata-kata ta'awanu,
    artinya saling tolong-menlong. Sikap tolong-menolong diantara sesama kita
    adalah merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu. Karena kita ini
    semuanya, bukan hanya sebagai makhluq pribadi saja tetapi juga sebagai makhluk
    sosial. Makhluk yang butuh bermasyarakat. Setiap individu yang ada di
    masyaratkat, pasti mempunyai kelebihan yang ada dalam diri masing-masing. Potensi
    itulah yang harus didayagunakan dan dimanfaatkan utuk menolong sesama kit lebih-lebih
    yang membutuhkan. Kelebihan dan kekurangan yang ada dalam individu
    masing-masing seyogyanyalah saling mengisi. Untuk memenuhi kebtuhan yang ada di
    dalam masyarkat itu sendiri. Seharusnyalah adanya kerjasama yang baik dan masing-masing
    mesti bersama-sama merasa bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat itu
    sendiri. Dan untuk melihat contoh-contoh kerjasama yang baik ini sangat banyak.
    Tapi coba dalam kesempatan ini mengetengahkan salah satu makhluq Allah yang
    bisa dijadikan contoh adalah binatang yang bernama lebah.


     

    LEBAH itu mempunyai dedikasi yang sangat tinggi terhadap masyarakatnya.
    Kerjsama yang haromois membangun sarangnya secara bersama-sama. Setelah jadi sarangpun
    untuk menjaganya pun dikerjakan secara bersama-sama kalau coba-coba ada yang
    ingin mengusik tempat tinggalnya binatang itu, maka  mesti berpikir seribu kali. Itulah yang kami
    lihat pada masyarakat lebah.


     

    Kerjasama yang baik itu disamping menjaga apa yang diproduksi,
    ternyata apa yang diproduksi dari lebah itu luar biasa. Disamping untuk memenuhui
    kebutuhannya sendiri,  iapun bisa
    ekspansi kepada masyarakat di luar dirinya, yaitu manusia.


     

    Karenanya, kerjsama lebah harus kita tiru. Ternayta, adapula contoh
    yang tidak boleh ditiru oleh manusia yaitu suatu binatang yang hanya memikirkan
    diri sendiri. Membangun rumah senidri. Untuk masyarakatnyapun  ia tidak mau peduli apalagi untuk masyarakat
    lain. Ia adalah sarnag laba-laba.


     

    Marilah kita amati. Ia membangun sendirian bahkan merasa aman, sebagai
    tempat perlindungan; iapun berbangga diri. Hasil karyanya tanpa bantuan pihak
    lain; Ia merasa kokoh. Itulah sang laba-laba. Padahal kenyataanya, karya itu
    tidak sesuai apa yang diperkirakan oleh dirinya. Justru sebaliknya, selain dia
    akan menilai rumah itu sangat rapuh, tidak ada kekuatan, baru diterjang oleh
    burung kecil saja langsung berantakan. Itulah hasil dari berbangga diri, hasil
    mandiri, hasil dari menyendiri. Itulah yang disebut  ta'ajjub namanya. Siapapun orangnya yang berbangga
    diri, lemah, tidak ada kekuatan. Ini contoh yang nyata di alam ini.


     

    Hadirin yang berbahagia .....

    Tolong-menolong yang termaktub dalam quran adalah ta'aawanuu. Kemudian
    jika diteruskan setelah  ta'awanu
    ada kalimat  'alal birri wattaqwaa. Maksudnya
    adalah kita bertolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Kalau kita pahami apa
    kata albirri. Ia berarti kebajikan setiap orang yang melakukan kebaikan.
    Kemudian apa ukurannya? Ia memiliki  manfaat untuk dirinya. Sebagai contoh manusia memiliki
    manfat untuk manusia lainnya. Sebuah karya terlihat bagus hasilnya, dikerjakan secara
    bersama-sama. Misalnya membuat karya untuk kepentingan umum seperti masjid,
    jalan raya, lapangan olah raga, selokan lingkungan dll. Kemudian karya-karya
    tersebut diperindah dengan nilai estetika seni yang baik, itu disebut albirru.
    Nah di situlah manusia akan menyatakan keridoannya.


     

    Sebab kalimaah riddonnas lakal birru,  bahwa kerindoan manusia itu hanya terbatas
    pada yang indah-indah tampilnya. Maka kalau tidak bagus walaupun bermanfat,
    maka manusia tidak meridoi. Itulah keridoan manusia. Pokoknya batasannya adalah
    yang indah dan bagus.


     

    Karena itu ayat ini meneruskan dengan ungkapan wattaqwa... sedangkan
    arti wattaqwa adalah ridonnas. Keridoan Allah tidak hanya sebatas
    melihat yang indah saja tapi justru ada fondasi yang penting yaitu taqwa.. Misalnya,
    kita milihat suatu bangunan sangat indah sekali, kemudian manusia meridoi dan
    menjadi senang. Ditambah lagi bangunan itu berasal dari rezki yang halal. Maka
    langsung Allah pun meridoi. Di sini berarti keriodan itu memiliki dua arah: keriodan
    manusia diperoleh, begitu pula keridoan Allah. Oleh karena itu kewajiban bagi
    setiap individu, setiap kali beramal ibadah harus dilakukan menuju dua arah.
    Rido manusai juga rido Allah. Jangan dikerjakan dengan saparo. Kalau hanya
    mengerjar rido manusia maka akan tersiksa di dunia dan akherat; namun jika hanya
    karena rido Allah saja dijamin pribadinya, dunia akhterat;  Jika mencari rido manusia dan Allah ini berarti
    keindahan untuk manusia tapi ketaqwaannya menuju kepada Allah.  Itu sangat bagus sekali. Artinya keridoan di sini
    adalah memberikan kesenangan kepada manusia.


     

    Lalu kenapa kita harus mencari rido manusia dan menyengkan manusia? Hal
    ini karena kita sebagai mankhluq sosial.  Mengapa kita mencari rido Allah, karena kita
    adalah mkhluq pribadi. Adapun cara untuk mencari rido Allah dengan niat. Setiap
    kali kita bermal ibadah, harus disertai nilai ikhlas. Yang dimaksud dengan ikhlas
    adalah mengarahkan segala amal ibadah kepada Allah. Dalam bahasa lain,
    menitipkan segala sesuatu di sisi Allah. Jika segala sesuatu dititpkan kepada Allah,
    pasti segala sesuatu itu akan dijaga-Nya. Shalat karena Allah menyembah Allah
    karena Allah. Jika dilakukan dengan ikhlas, maka itu yang disebut menitpkan kepada
    Allah; dalam bersedekah, kita memberikan sesuatu bukan karena siapa-siap  namun demi karena Allah itu pun berarti menitipkan
    sedekahnya  di sisi Allah.


     

    Jika suatu waktu kita merasa membutuhkan karena terdesak keadaan,
    kemudian kita bermohon kepada Allah, bermunajat kepada dan berdoa kepadaNya,
    maka  Allah pun akan melihat adakah yang
    ia dititpkan di sisi-Ku.  Jikalau ada
    pasti akan dikembalikannya. Bahkan tidak akan berkurang sedikitpun. Karena jika
    menitipkanya  kepada Allah maka akan
    dikembalikan 10 kali lipat. Nah, dengan demikian jelaslah bahwa  keuntungan kita jika beramal karaena Allah kita
    bebas melakukan rentenir dengan Allah. Bayangkan 1 jadi 10, kadang  70 100, 200 dst. Silakan menjadi profesi rentenir
    namun hanya kepada Allah sebebas-bebasnya dan sebanyak-banyaknya.


     

    Namun janganlah menjadi rentenir sesama mansia karena menurut hukum
    syariat terlarang keras. Haram hukumnya.


     

    Hardirin yang berbahagia... Marilah kita saling mengerti bahwa anjuran
    quran yang berisi tolong-menlong dan diperkokoh oleh hadis Nabi tolong-menolong
    antara si kuat dan lemah kaya dan si miskin adalah merupakan suatu masyarkat
    yang indah. Masyarkat yang sejahtera.


     

    Sebagaimana Allah berfirman dalam hadits qudsi  al aghniyaaul wukalaai, artinya orang-orang
    kaya itu wakil. Namanya wakil, ya wajar kalau jumlahnya sedikit. Sebagai
    perbandingan: rakyat Indoneia berjumlah ratusan juta tapi wakilnya hanya 1000
    di DPR/MPR. Betul-betul  contoh ini
    menunjukkan bahwa wakil itu sangat sedikit. Artinya orang kaya jumlahnya sangat
    sedikit. Tapi ingat kalau wakil-wakil tersebut tidak dapat dipercaya lagi
    jangan salahkan siapa-siap  kalau ada
    demo. Ingatlah bagaimana demo di Gedung DPR/MPR luar biasa besarnya. Hal itu karena
     para wakil rakyat itu sudah tidak
    dipercaya. Begitu juga sama saja jika orang kaya sudah tidak percaya lagi oleh Allah
    maka jangan heran jika Allah memerintahkan kepada para trentaranya untuk demo
    kepada orang-orang kaya. Sebagaimana firman Allah :


    وما يعلم جنود
    ربك الا هو


    Artinya: "tidak mengetahui tentara Allah kecuali Dia".

     

    Tentara Allah itu terdiri dari Air, api, angin dan Hama. Air kalau
    sudah mengamuk rumah mewahpun tenggelam. Tapi Allahpun adil kalau orang kaya
    sebagai anggota masyarakat, sebagai parternya orang lemah. Orang lemahpun punya
    kewajiban kalau orang kaya itu punya kewajiban: apa kewajibannya sebagaimana
    hadis Rasulullah saw:


     

    فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
    وَسَلَّمَ إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا
    بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ


     

    Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah menolong umat ini
    karena kelemahannya para kaum du'afa yang terus-menerus berdoa, shalat dan
    tetap dalam ikhlas."


     

    Jika kaum duafanya tidak pernah berdoa, tidak pernah sujud, tidak pernah
    ikhlas. Jika mereka tidak dimikian berati sudah tidak dipercaya lagi. Ini
    berarti dalam kasus di negara manapun jika dua wakil yang ada di dunia ini
    sudah tidak dipercaya lagi oleh Allah. Maka wajar kalau Allah itu demo. Bala
    itu akan datang baik dari langit turun ke Bumi, atau  dari dalam Bumi keluar ke permukaan, gempa di
    mana-mana, angin bertiup sangat kencang, perut bumi mulai  keluar dan lain-lain.


     

    Hadirin kaum muslimin yang berbahagia.....

    Kita sebagai anggota masyarakat mempunyai porsi masing-masing. Apakah
    porsi kita sebagai orang lemah atau porsinya sebagai orang kaya. Ingatlah terus
    akan kewajiban orang kaya, Ia mesti beribadah dengan cara orang kaya, misalnya jangan
    disimpan 100 % harta kekayannya tetapi keluarkanlah. Kepada kaum du'afa, janganlah
    terus-terusan menikmati pulasnya tidur! Perbanyaklah berdoa. Jika dua tugas
    oleh yang dikerjakan sesuai porsinya masing-masing baru terjadi dua kelompok masyarakat
    yang bermanfaat. Maka dari sinilah nilai manusianya meningkat. Karena nabi
    bersabda : "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia
    lainnya."


     

    Hadits tersebut menjelaskan bahwa nilai manusia itu dilihat dari kemanfaatnya.
    Jika hartanya banyak, dan bermanfaat bagi orang lain, berarti ada nilai buat
    manusia. Begitu pula sebagai duaafa jika rajin berdoa, rajin dalam mengerjakan shalatnya
    kemdian  ikhlas dalam segala hal, maka nilai
    kaum duafa ini kemanusiaanya naik. Kalau dua-duanya terlaksana maka menjadilah
    masyarakat yang adil makmur sejahtera, loh jinawi.


     

    Akhirnya cobalah kita masing-masing harus punya motor. Tiada hari
    tanpa menyenanggkan orang lain. Itu adalah sifat motor. Tiada hari tanpa menyenangkan
    orang lain. Jadi, kita harus berkpkir setiap hari.. sudahkah bermanfaat hari
    ini untuk orang lain?


     

    Demikianlah khutbah hari ini semoga bisa membangunkan orang yang
    tengah tidur sehingga siap terjun di  arena
    perjuangan, di tengah-tengah masyarakat.  Karenanya harus selalu memiliki motto :
    "Aku harus bermanfat di tengah masyarakat" Semoga.


     



    أعوذ بالله من
    الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم


    والعصر ان الأنسان
    لفى خسر الا الذين امنوا وعملوا الصلحات وتواصوابالحق وتواصوا بالصبر.


    بارك الله لى
    ولكم فى القرآن الكريم ونغعنى واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم
    تلاوته انه هو الغفور الرحيم، رب اغفر  وارحم
    وانت خير الراحمين ويانجات التائبين.

    Mohon dicek kembali ayat dan tulisan hadits atau lainnya. Khutbah disampaikan oleh Alumni Buntet di Masjid Baiturrahim Jakarta.




    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tolok Ukur Manusia dari Manfaatnya kepada Orang Lain Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top