Sikap NU terhadap Ahmadiyah - Buntet Pesantren Sikap NU terhadap Ahmadiyah - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, April 25, 2008

    Sikap NU terhadap Ahmadiyah


    KH. Hasyim Muzadi menyatakan bahwa NU tak akan pernah melakukan demonstrasi atau
    pengerahan massa untuk mengecam keberadaan Ahmadiyah. Menurutnya,
    kewajiban NU adalah memberikan dakwah dan pencerahan dengan bijak dan
    argumentatif. Dengan demikian, hal-hal yang dianggap menyimpang dari
    Islam dapat diluruskan.



    Sebelumnya Nahdlatul Ulama (NU) secara tegas menolak konsep akidah
    Islam yang digunakan oleh jemaat Ahmadiyah, namun tindakan pelarangan
    atau pembekuan semua aktivitas kelompok ini adalah wewenang pemerintah.

    Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH A Nuril
    Huda menyatakan, keyakinan jemaat Ahmadiyah bahwa ada nabi lain setelah
    Nabi Muhammad SAW dan ada kitab suci lain setelah Al-Qur'an selesai
    diturunkan tidak dapat ditolelir.

    "Kalau perbedaan hanya menyangkut persoalan fikih itu kita masih
    toleran, tapi tidak ada toleransi jika sudah menyangkut wilayah
    akidah," kata Kiai Nuril di kantor PP LDNU, Jakarta, Jum'at (18/4).

    Dikatakannya, sikap NU sudah jelas. Namun NU tidak membenarkan adanya
    penghakiman terhadap kelompok Ahmadiyah tanpa melalui prosedur hukum
    yang berlaku di Indonesia. Umat Islam diminta untuk tidak melakukan
    tindakan kekerasan apapun.

    "Tugas kita adalah menjelaskan kepada pemerintah bahwa inilah hal yang
    benar, selanjutnya pemerintah yang memutusi. Pemerintah pasti punya
    perpektif yang lebih luas, terkait dengan hubungan luar negeri dan lain
    sebagainya," katanya.

    "Dalam kaidah fikih dinyatakan bahwa 'janganlah kita mengatasi
    persoalan dengan memunculkan persoalan lain yang lebih besar.' Inilah
    subtansi dari amar ma'ruf nahi mungkar. Janganlah kita mengajak kepada
    yang ma'ruf (jalan yang benar, red) namun dengan cara melakukan
    kemungkaran," tambahnya.

    Soal kebebasan menjalankan keyakinan agama dan kepercayaan, menurut
    Kiai Nuril, hak asasi dimanapun selalu disertai dengan batasaannya.
    Jika tidak maka pemaksaan hak justru akan melanggar hak asasi orang
    lain.

    "Pendirian bahwa ada nabi dan kitab suci lain Ahmadiyah itu telah
    menggangu hak asasi kita sebagai umat Islam," demikian Kiai Nuril.
    Setiap agama mempunyai konsep keyakinan tersendiri yang harus dihormati.

    Ditambahkannya, jika Ahmadiyah dinyatakan oleh para jemaatnya sebagai
    agama tersendiri maka itu tidak menjadi masalah dan selanjutnya mereka
    bisa menjalankan keyakinannya sesuai dengan Undang Undang Dasar
    Republik Indonesia. (sumber: NU online)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Sikap NU terhadap Ahmadiyah Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top