PEMERINTAH JANGAN DZOLIMI PETANI - Buntet Pesantren PEMERINTAH JANGAN DZOLIMI PETANI - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Sunday, April 20, 2008

    PEMERINTAH JANGAN DZOLIMI PETANI


    Oleh: Aden (Alumni Buntet)


    Dulu
    di Pondok Buntet Pesantren para kyai memiliki sawah. Rata-rata setiap
    tahun panen 3 kali. Para santri biasanya terlibat dalam penanganan
    pasca panen itu. Setelah itu nasi liwet ditanak sendiri menggunakan
    beras pemberian kyai rasanya wangi pulen dan empuk. Tapi kini bukan
    saja para kyai tapi juga para keluarga petani lainnya sudah tidak
    tertarik lagi bertani?



    Pemerintah saat ini dianggap pilih
    kasih. Ketika minyak dunia cenderung naik, pemerintah mengimpor minyak
    dengan harga tinggi lalu dijual murah. Saat minyak goreng naik
    pemerintah pun melakuan impor harga tinggi dan dijual dengan harga
    murah pula. Namun giliran petani menjaul padi, harganya tetap rendah
    dan saat petani mulai tanam, harga pupuk dibiarkan tinggi.

    "Sepertinya
    pemerintah itu sengaja mendzolimi petani." ujar penelpon dari Aceh.
    dalam sebuah dialog interaktif di radio RRI pro-3 pagi tadi, Sabtu, 19
    April 2008.

    "Kita sadar bahwa petani merupakan soko guru eknomoi
    bangsa ini, namun kelihatannya pemerintah tidak membela petani. Jika
    UUD masalah tanah garapan tidak selesai, Siap=siap saja bangsa ini kena
    kutuk." umpat seorang penelpon dari wilayah lain.

    ***

    Keprihatinan
    dua penelpon tersebut setidaknya bisa mewakili orng yang kesal dengan
    kinerja pemerintah dalam hal menangani masalah pangan di Indonesia.
    Departemen pertanian yang dianggap bisa mewakliki petani rupanya juga
    tidak mampu memberikan solusi yang dapat mengangkat harkat petani.

    Para
    petani serasa putus asa. Dari saat menanam pupuk dihargai mahal sekali.
    Sementara itu, ketika menghadapi pasca panen, petani harus rela padinya
    dihargai hanya Rp. 2000,-

    Karenanya, petani dari hari ke hari
    semakin malas menanam, ditambah para keluarga petani yang berpindah ke
    kota, semkain lama lahan pertanian semakin ditinggalkan oleh anak
    cucunya. Lebih jauh, tanah garapan pertanian semakin hari digusur untuk
    keperluan perumahan dan sarana perkantoran.

    Makin hari makin
    sulit saja untuk memeperoleh makanan. Bila para petani sudah tidak
    setia berkecimpung di sawah, sedangkan pemerintah bila tidak serius
    meladeni para jawara petani, siap-siap saja negeri ini dirundung
    kesedihan berkepanjangan.

    Dari sabang sampai Merauke konon
    tanahnya sangat subur. JIka di Jawa sudah berangsur-angsur menipis
    tanah garapan petani, hendaknya pemrintah mengalihkan konsentrasi
    kepada wilayah lain semisal di Irian jaya, di Sulawesi yang tanahnya
    sangat perawan. Tutur penelpon lain mengusulkan.

    Akhirnya,
    jika pemerintah serius mengurus para jawara petani, maka Insya Allah
    keberkahan bumi semakin subur. Sebaliknya, jika terus menerus dibiarkan
    petani sendirian itu berarti sama saja pemerintah mendzolimi petani.
    Karenanya, janganlah pemerintah mendozlimi petani.

    Penulis adalah alumni MANU Buntet Pesantren Cirebon.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: PEMERINTAH JANGAN DZOLIMI PETANI Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top