Kerajaan Arab Saudi dan Paham Wahabi - Buntet Pesantren Kerajaan Arab Saudi dan Paham Wahabi - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, April 18, 2008

    Kerajaan Arab Saudi dan Paham Wahabi






    Oleh: KOMUNITAS MUSLIM MUDA ALFIKR [KOMMA]







    Dr. Abdullah Mohammad Sindi *], di dalam sebuah artikelnya yang berjudul : Britain and the Rise of Wahhabism and the House of Saud menyajikan tinjauan ulang tentang sejarah Wahabisme, peran Pemerintah Inggeris di dalam perkembangannya, dan hubungannya dengan peran keluarga kerajaan Saudi.







    Salah satu sekte Islam yang paling kaku dan paling reaksioner saat ini adalah Wahabi,”
    demikian tulis Dr. Abdullah Mohammad Sindi dalam pembukaan artikelnya
    tersebut. Dan kita tahu bahwa Wahabi adalah ajaran resmi Kerajaaan
    Saudi Arabia, tambahnya.









    Wahabisme
    dan keluarga Kerajaan Saudi telah menjadi satu kesatuan yang tak
    terpisahkan sejak kelahiran keduanya. Wahabisme-lah yang telah
    menciptakan kerajaan Saudi, dan sebaliknya keluarga Saud membalas jasa
    itu dengan menyebarkan paham Wahabi ke seluruh penjuru dunia. One could not have existed without the other – Sesuatu tidak dapat terwujud tanpa bantuan sesuatu yang lainnya.









    Wahhabisme
    memberi legitimasi bagi Istana Saud, dan Istana Saud memberi
    perlindungan dan mempromosikan Wahabisme ke seluruh penjuru dunia.
    Keduanya tak terpisahkan, karena keduanya saling mendukung satu dengan
    yang lain dan kelangsungan hidup keduanya bergantung padanya.





    Tidak
    seperti negeri-negeri Muslim lainnya, Wahabisme memperlakukan perempuan
    sebagai warga kelas tiga, membatasi hak-hak mereka seperti : menyetir
    mobil, bahkan pada dekade lalu membatasi pendidikan mereka.





    Juga tidak seperti di negeri-negeri Muslim lainnya, Wahabisme :







    • melarang perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

    • melarang kebebasan berpolitik dan secara konstan mewajibkan rakyat untuk patuh secara mutlak kepada pemimpin-pemimpin mereka.


    • melarang mendirikan bioskop sama sekali.

    •  menerapkan hukum Islam hanya atas rakyat jelata, dan membebaskan hukum atas kaum bangsawan, kecuali karena alasan politis.

    • mengizinkan perbudakan sampai tahun ’60-an.








    Mereka juga menyebarkan mata-mata atau agen rahasia yang selama 24 jam memonitor demi mencegah munculnya gerakan anti-kerajaan.









    Wahabisme
    juga sangat tidak toleran terhadap paham Islam lainnya, seperti
    terhadap Syi’ah dan Sufisme (Tasawuf). Wahabisme juga menumbuhkan rasialisme Arab pada pengikut mereka. 1] Tentu saja rasialisme bertentangan dengan konsep Ummah Wahidah di dalam Islam.









    Wahhabisme
    juga memproklamirkan bahwa hanya dia saja-lah ajaran yang paling benar
    dari semua ajaran-ajaran Islam yang ada, dan siapapun yang menentang
    Wahabisme dianggap telah melakukan BID’AH dan KAFIR!









    LAHIRNYA AJARAN WAHABI:
    Wahhabisme atau
    ajaran Wahabi muncul pada pertengahan abad 18 di Dir’iyyah sebuah dusun
    terpencil di Jazirah Arab, di daerah Najd.





    Kata
    Wahabi sendiri diambil dari nama pendirinya, Muhammad Ibn Abdul-Wahhab
    (1703-92). Laki-laki ini lahir di Najd, di sebuah dusun kecil Uyayna.
    Ibn Abdul-Wahhab adalah seorang mubaligh yang fanatik, dan telah
    menikahi lebih dari 20 wanita (tidak lebih dari 4 pada waktu bersamaan)
    dan mempunyai 18 orang anak. 2]









    Sebelum
    menjadi seorang mubaligh, Ibn Abdul-Wahhab secara ekstensif mengadakan
    perjalanan untuk keperluan bisnis, pelesiran, dan memperdalam agama ke
    Hijaz, Mesir, Siria, Irak, Iran, dan India.









    Walaupun
    Ibn Abdul-Wahhab dianggap sebagai Bapak Wahabisme, namun aktualnya
    Kerajaan Inggeris-lah yang membidani kelahirannya dengan
    gagasan-gagasan Wahabisme dan merekayasa Ibn Abdul-Wahhab sebagai Imam
    dan Pendiri Wahabisme, untuk tujuan menghancurkan Islam dari dalam dan
    meruntuhkan Daulah Utsmaniyyah yang berpusat di Turki. Seluk-beluk dan
    rincian tentang konspirasi Inggeris dengan Ibn Abdul-Wahhab ini dapat
    Anda temukan di dalam memoar Mr. Hempher : “Confessions of a British Spy3]









    Selagi
    di Basra, Iraq, Ibn Abdul-Wahhab muda jatuh dalam pengaruh dan kendali
    seorang mata-mata Inggeris yang dipanggil dengan nama Hempher yang
    sedang menyamar (undercover),
    salah seorang mata-mata yang dikirim London untuk negeri-negeri Muslim
    (di Timur Tengah) dengan tujuan menggoyang Kekhalifahan Utsmaniyyah dan
    menciptakan konflik di antara sesama kaum Muslim. Hempher pura-pura
    menjadi seorang Muslim, dan memakai nama Muhammad, dan dengan cara yang
    licik, ia melakukan pendekatan dan persahabatan dengan Ibn Abdul-Wahhab
    dalam waktu yang relatif lama.









    Hempher,
    yang memberikan Ibn Abdul-Wahhab uang dan hadiah-hadiah lainnya,
    mencuci-otak Ibn Abdul-Wahhab dengan meyakinkannya bahwa : Orang-orang
    Islam mesti dibunuh, karena mereka telah melakukan penyimpangan yang berbahaya
    , mereka – kaum Muslim – telah keluar dari prinsip-prinsip Islam yang
    mendasar, mereka semua telah melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah dan
    syirik.









    Hempher juga membuat-buat sebuah mimpi liar (wild dream)
    dan mengatakan bahwa dia bermimpi Nabi Muhammad Saw mencium kening (di
    antara kedua mata) Ibn Abdul-Wahhab, dan mengatakan kepada Ibn
    Abdul-Wahhab, bahwa dia akan jadi orang besar, dan meminta kepadanya
    untuk menjadi orang yang dapat menyelamatkan Islam dari berbagai bid’ah dan takhayul.









    Setelah mendengar mimpi liar Hempher, Ibn Abdul-Wahhab jadi ge-er
    (wild with joy) dan menjadi terobsesi, merasa bertanggung jawab untuk
    melahirkan suatu aliran baru di dalam Islam yang bertujuan memurnikan
    dan mereformasi Islam.









    Di dalam memoarnya, Hempher menggambarkan Ibn Abdul-Wahhab sebagai orang yang berjiwa “sangat tidak stabil” (extremely unstable), “sangat kasar” (extremely rude), berakhlak bejat (morally depraved), selalu gelisah (nervous), congkak (arrogant), dan dungu (ignorant).









    Mata-mata Inggeris ini, yang memandang Ibn Abdul-Wahhab sebagai seorang yang bertipikal bebal (typical fool), juga mengatur pernikahan mut’ah bagi Ibn Abdul Wahhab dengan 2 wanita Inggeris yang juga mata-mata yang sedang menyamar.









    Wanita
    pertama adalah seorang wanita beragama Kristen dengan panggilan
    Safiyya. Wanita ini tinggal bersama Ibn Abdul Wahhab di Basra. Wanita
    satunya lagi adalah seorang wanita Yahudi yang punya nama panggilan
    Asiya. Mereka menikah di Shiraz, Iran. 4]









    KERAJAAN SAUDI-WAHHABI PERTAMA : 1744-1818




    Setelah kembali ke
    Najd dari perjalanannya, Ibn Abdul-Wahhab mulai “berdakwah” dengan
    gagasan-gagasan liarnya di Uyayna. Bagaimana pun, karena “dakwah”-nya
    yang keras dan kaku, dia diusir dari tempat kelahirannya. Dia kemudian
    pergi berdakwah di dekat Dir’iyyah, di mana sahabat karibnya, Hempher
    dan beberapa mata-mata Inggeris lainnya yang berada dalam penyamaran
    ikut bergabung dengannya. 5]









    Dia
    juga tanpa ampun membunuh seorang pezina penduduk setempat di hadapan
    orang banyak dengan cara yang sangat brutal, menghajar kepala pezina
    dengan batu besar 6]









    Padahal,
    hukum Islam tidak mengajarkan hal seperti itu, beberapa hadis
    menunjukkan cukup dengan batu-batu kecil. Para ulama Islam (Ahlus
    Sunnah) tidak membenarkan tindakan Ibn Abdul-Wahhab yang sangat
    berlebihan seperti itu.









    Walaupun
    banyak orang yang menentang ajaran Ibn Abdul-Wahhab yang keras dan kaku
    serta tindakan-tindakannya, termasuk ayah kandungnya sendiri dan
    saudaranya Sulaiman Ibn Abdul-Wahhab, - keduanya adalah orang-orang
    yang benar-benar memahami ajaran Islam -, dengan uang, mata-mata
    Inggeris telah berhasil membujuk Syeikh Dir’iyyah, Muhammad Saud untuk mendukung Ibn Abdul-Wahhab. 7]









    Pada
    1744, al-Saud menggabungkan kekuatan dengan Ibn Abdul-Wahhab dengan
    membangun sebuah aliansi politik, agama dan perkawinan. Dengan aliansi
    ini, antara keluarga Saud dan Ibn Abdul-Wahhab, yang hingga saat ini
    masih eksis, Wahhabisme sebagai sebuah “agama” dan gerakan politik
    telah lahir!









    Dengan
    penggabungan ini setiap kepala keluarga al-Saud beranggapan bahwa
    mereka menduduki posisi Imam Wahhabi (pemimpin agama), sementara itu
    setiap kepala keluarga Wahhabi memperoleh wewenang untuk mengontrol
    ketat setiap penafsiran agama (religious interpretation).









    Mereka adalah orang-orang bodoh, yang melakukan kekerasan, menumpahkan darah, dan teror untuk menyebarkan paham Wahabi (Wahhabism)
    di Jazirah Arab. Sebagai hasil aliansi Saudi-Wahhabi pada 1774, sebuah
    kekuatan angkatan perang kecil yang terdiri dari orang-orang Arab Badui
    terbentuk melalui bantuan para mata-mata Inggeris yang melengkapi
    mereka dengan uang dan persenjataan. 8]









    Sampai
    pada waktunya, angkatan perang ini pun berkembang menjadi sebuah
    ancaman besar yang pada akhirnya melakukan teror di seluruh Jazirah
    Arab sampai ke Damaskus (Suriah), dan menjadi penyebab munculnya Fitnah
    Terburuk di dalam Sejarah Islam (Pembantaian atas Orang-orang Sipil
    dalam jumlah yang besar).









    Dengan
    cara ini, angkatan perang ini dengan kejam telah mampu menaklukkan
    hampir seluruh Jazirah Arab untuk menciptakan Negara Saudi-Wahhabi yang
    pertama.









    Sebagai
    contoh, untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai syirik dan
    bid’ah yang dilakukan oleh kaum Muslim, Saudi-Wahhabi telah mengejutkan
    seluruh dunia Islam pada 1801, dengan tindakan brutal menghancurkan dan
    menodai kesucian makam Imam Husein bin Ali (cucu Nabi Muhammad Saw) di
    Karbala, Irak. Mereka juga tanpa ampun membantai lebih dari 4.000 orang
    di Karbala dan merampok lebih dari 4.000 unta yang mereka bawa sebagai
    harta rampasan. 9]









    Sekali
    lagi, pada 1810, mereka, kaum Wahabi dengan kejam membunuh penduduk tak
    berdosa di sepanjang Jazirah Arab. Mereka menggasak dan menjarah banyak
    kafilah peziarah dan sebagian besar di kota-kota Hijaz, termasuk 2 kota
    suci Makkah dan Madinah.









    Di
    Makkah, mereka membubarkan para peziarah, dan di Madinah, mereka
    menyerang dan menodai Masjid Nabawi, membongkar makam Nabi, dan menjual
    serta membagi-bagikan peninggalan bersejarah dan permata-permata yang
    mahal.









    Para
    teroris Saudi-Wahhabi ini telah melakukan tindak kejahatan yang
    menimbulkan kemarahan kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk
    Kekhalifahan Utsmaniyyah di Istanbul.









    Sebagai
    penguasa yang bertanggung jawab atas keamanan Jazirah Arab dan penjaga
    masjid-masjid suci Islam, Khalifah Mahmud II memerintahkan sebuah
    angkatan perang Mesir dikirim ke Jazirah Arab untuk menghukum klan
    Saudi-Wahhabi.









    Pada
    1818, angkatan perang Mesir yang dipimpin Ibrahim Pasha (putra penguasa
    Mesir) menghancurkan Saudi-Wahhabi dan meratakan dengan tanah ibu kota
    Dir’iyyah .









    Imam
    kaum Wahhabi saat itu, Abdullah al-Saud dan 2 pengikutnya dikirim ke
    Istanbul dengan dirantai dan di hadapan orang banyak, mereka dihukum
    pancung. Sisa klan Saudi-Wahhabi ditangkap di Mesir.





    (Bersambung)





     





    ________________________________________





    * Dr. Abdullah Mohammad Sindi
    adalah seorang profesor Hubungan Internasional (professor of
    International Relations) berkebangsaan campuran Saudi-Amerika. Dia
    memperoleh titel BA dan MA nya di California State University,
    Sacramento, dan titel Ph.D. nya di the University of Southern
    California. Dia juga seorang profesor di King Abdulaziz University di Jeddah, Saudi Arabia.
    Dia juga mengajar di beberapa universitas dan college Amerika termasuk
    di : the University of California di Irvine, Cal Poly Pomona, Cerritos
    College, and Fullerton College. Dia penulis banyak artikel dalam bahasa
    Arab maupun bahasa Inggeris. Bukunya antara lain : The Arabs and the West: The Contributions and the Inflictions.









    Catatan Kaki :
    [1]
    Banyak orang-orang yang belajar Wahabisme (seperti di Jakarta di LIPIA)
    yang menjadi para pemuja syekh-syekh Arab, menganggap bangsa Arab lebih
    unggul dari bangsa lain. Mereka (walaupun bukan Arab) mengikuti tradisi
    ke-Araban atau lebih tepatnya Kebaduian (bukan ajaran Islam), seperti
    memakai jubah panjang, menggunakan kafyeh, bertindak dan berbicara
    dengan gaya orang-orang Saudi.








    [2] Alexei Vassiliev, Ta’reekh Al-Arabiya Al-Saudiya [History of Saudi Arabia],
    yang diterjemahkan dari bahasa Russia ke bahasa Arab oleh Khairi
    al-Dhamin dan Jalal al-Maashta (Moscow: Dar Attagaddom, 1986), hlm. 108.








    [3] Untuk lebih detailnya Anda bisa mendownload “Confessions of a British Spy” : http://www.ummah.net/Al_adaab/spy1-7.html








    Cara ini juga dilakukan Imperialis Belanda ketika mereka menaklukkan
    kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia lewat Snouck Hurgronje yang telah
    belajar lama di Saudi Arabia dan mengirinmnya ke Indonesia. Usaha
    Snouck berhasil gemilang, seluruh kerajaan Islam jatuh di tangan
    Kolonial Belanda, kecuali Kerajaan Islam Aceh. Salah satu provokasi
    Snouck yang menyamar sebagai seorang ulama Saudi adalah menyebarkan
    keyakinan bahwa hadis Cinta pada Tanah Air adalah lemah! (Hubbul Wathan minal Iman).
    Dengan penanaman keyakinan ini diharapkan Nasionalisme bangsa Indonesia
    hancur, dan memang akhirnya banyak pengkhianat bangsa bermunculan.








    [4] Memoirs Of Hempher, The British Spy To The Middle East, page 13.


    [5] Lihat “The Beginning and Spreading of Wahhabism”, http://www.ummah.net/Al_adaab/wah-36.html


    [6] William Powell, Saudi Arabia and Its Royal Family (Secaucus, N.J.: Lyle Stuart Inc., 1982), p. 205.


    [7] Confessions of a British Spy.


    [8] Ibid.





    [9] Vassiliev, Ta’reekh, p. 117.







    Sumber tulisan:



    http://kommabogor.wordpress.com

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kerajaan Arab Saudi dan Paham Wahabi Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top