Iman Mengurus Pribadi, Islam Mengurus Publik - Buntet Pesantren Iman Mengurus Pribadi, Islam Mengurus Publik - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, April 18, 2008

    Iman Mengurus Pribadi, Islam Mengurus Publik

    KHUTBAH JUM'AT



    الحمد لله الذي ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره
    على الدين كله  -  أشهد ان لا اله الاالله وحده لا شريك له واشهد
    ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده - اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد ابن عبدالله
    القائم بحقوق الله ماضاقت الا وفرج الله وعلى اله وصحبه وسلم، أمابعد.


    فياعباد الله اصيكم وإياي بتقوالله وطاعته لعلكم
    تفلحون. واعلموا ان الله قد قال فى القرآن الكريم وهو اصدق القائلين أعوذ بالله من
    الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم


    إن الذين يتلون كتاب الله واقامواالصلوة وانفقوا
    مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور. ليوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله انه
    غفور  شكور. صدق الله العظيم


    وقال رسول الله صلى  الله عليه وسلم إنما الأعمال بالنيـات وإنما
    لكل إمرء ما نوى. صدق رسول الله ونحن على ذلك من الشاهدين.





    معاشر المؤمنين رحمكم الله




    arilah kita
    bersyukur.  Mensyukuri kenikmatan yang
    kita rasakan adalah dimana kita masih tetap menjadi muslim  dan mukmin. Untuk mempertahankan predikat mukmin
    dan muslim adalah dengan cara takwa... la'allakum tattaquun. Mudah-mudahan
    menjadi pemenang. 


    Shalawat dan
    salam semoga Allah curahkan untuk Nabi Muhammad saw, keluarganya, sahabat dan
    pengikuktnya. 


    Ma'aasyirol
    muslimina rohimakumullooh.


    Alhamdulillah suara-suara
    Al-Qur'an masih dapat kita dengar; tausiah-tausiah Rasul masih kita dengar.
    Kedua hal ini  merupakan bekal kita untuk
    mencapai dunia akhirat. 


    Iman hanyalah
    urusan dirinya dengan Allah.  Islam
    urusan dirinya dengan orang lain. Karena itulah kita sebagai mukmin adalah
    urusan pribadi tetapi sebagai muslim adalah tanggung jawab bersama. 


    Karena itulah
    sewaktu Nabi Musa as ditegur mana pengabdianmu untuk-Ku kata Allah?  "Ibadahku, puasaku, sedekahku lillaah.
    " Bukan! Itu semua kembali kepadamu.  "Fadallanii ya Allah", tunjukilah
    kepadaku pinta Nabi Musa. Maka yang Allah perintah cuma satu: Kamu ada rasa tertarik
    pada-Ku. 


    Itulah wahyu
    Allah kepada Nabi Musa as. Sangat relevan sekali untuk kita kaji tentang makna
    mahabbah kepada Allah.


    Jika tak ada
    rasa tertarik kepada Allah bagaimana mungkin akan mengerti ......


    المحبة اساس المعرفة         Ketertarikan
    adalah dasar ngerti


    Kalau tidak
    ada rasa tertarik sama sekali tak akan pernah mengerti. 


    Itulah dalam
    awal khutbah tadi
    surat Fatir ayat
    29-30 mengisyaratkan:


    1.     إن الذين يتلون كتاب الله

    "Orang yang selalu membaca kitab-kitab
    Allah"


    2.     واقاموا الصلوة

    "Orang yang menegakkan shalat"

    3.     وانفقوا مما رزقناهم سرا
    وعلانية


    "Orang yang menginfakkan sebagian rezeki."


    يرجون تجارة لن تبور


    "tiada lain harapan yang dia kerjakan merupakan
    perdagangan yang tiada merugi."



    Y      Status kita terhadap Allah adalah
    sebagai pedagang, status Allah terhadap kita adalah pembeli. Karena itu jika
    perdagangannya baik, pasti akan dibeli oleh Allah. Jika segala-galanya karena
    Allah pasti dibeli oleh Allah. 


    1.     Membaca Al Qur'an 

    Kalau
    seseorang itu membaca Al Qur'an dan merupakan sebuah kebutuhan, setiap hari
    dibaca pasti akan meningkat.  Merupakan  kelezatan membaca Al Qur'an; merupakan
    kesenangan membaca Al Qur'an. Akhirnya benar kata mufassir:



    يؤثر كلام الله على كلام الخلق


    "Mengutamakan kalam Allah ketimbang kalam
    makhluq."


    Benar-benar
    disiapkan waktunya setiap hari.
    Ada waktu untuk
    membaca Al Qur'an. Itu namanya mahabbah kepada Allah.


    Setiap hari
    membaca Al Qur'an bukan saja kebutuhan tapi merupakan kesenangan, kelezatan,
    kecintaan baru nanti lama-lama akan mengerti bahwa ketertarikan itu sendiri
    merupakan dasar untuk mencapai pengertian-pengertian  apa yang ia baca. 


    2.     Mendirikan Shalat

    "Dirikanlah
    shalat"


    Makna shalat
    di sini adalah :



    يؤثر لقاء الله على لقاء الخلق


    "Mengutamakan pertamuannya dengan Allah
    ketimbang peretemuannya dengan makhluq."


    Untuk mencapai
    tujuan tersebut apalagi kalau bukan dengan shalat. Karena shalat adalah mi'raajul
    mukminin. Shalat adalah mir'ajnya orang-orang mukmin.


    Setiap hari
    kita shalat di sana da makna pertemuan antara hamba dengan khaliqnya
    lebih-lebih ketika kita mengucapkan: 



    ألتحيات المباركات الصلوات الطيبات لله


    Berarti
    bersalam kepada Allah. 


    Apalabila
    seseorang sudah bisa melakukan shalat bukan saja yang wajib apalagi yang sunah, berarti orang itu mengutamakan
    pertemuan antara dirinya  dengan Allah,
    ketimbang perte­muannya dengan makhluq. 


    Ulama salaf
    dahulu menjelaskan di dalam beberapa kitab, mereka sangat hobi sekali, sangat
    suka sekali dan sangat cinta sekali melakukan pertemuan dengan Allah lebih-lebih
    ketika manusia  pada tidur di malam hari. 


    Ma'aasyirol
    muslimina rohimakumullooh. 


    Wajib adalah
    modal, sedangkan sunah adalah keuntungan. Makin banyak sunah-sunah dilakukan
    berarti makin banyak keuntungan yang diperolehnya. Jika demikian maka inilah
    yang disebut derajatnya makin dekat dengan Allah. 


    Kehebatan dan
    keistimewaan ulama-ulama salaf  adalah
    karena banyaknya melakukan sunah-sunah sehingga apa yang ia ucapakan langsung
    didengar oleh Allah. Karena semakin banyak melakukan sunah, semakin banyak
    memperoleh keuntungan. 



    'Makin banyak sunah-sunah dilakukan makin banyak
    memperoleh keutamaan yang dia peroleh."


    3.     Menafkahkan Sebagian Rizki


    وانفقوا مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور



    "Orang yang menginfakkan sebagian rezeki. Mereka mengharapkan suatu perdagangan yang tidak
    merugi. 


    Paling tidak perdagangan itu ada
    dua: modal dan management. Iman adalah modal sedangkan ibadah adalah
    managementnya. Semakin rajin ibadah semakin hebat imannya. Semakin malas
    ibadahnya semakin dikhawatirkan akan keimanannya. Itulah makna yarjuuna
    tijarotan lan tabuur. 


    Dari
    ketiga hal tersebut di atas: membaca  Al
    Qur'an, shalat dan menafkahkan sebagian rizki, ditafsirkan sangat luas,
    antara lain dari sekian banyak mufassir.



    العبادة على خدمة الخلق


     Ibadahnya
    ia selalu menjadi pelayan masyarakat. Ibadahnya selalu mengutamakan menjadi
    pelayan umat, baru benar-benar cinta Allah. 


    Nabi
    Musa as bertemu dengan seseorang lalu bertanya: " sudah berapa lama kamu
    beribadah", "sudah 40 tahun ya nabi Allah, tapi kenapa doa saya tidak
    dikabulkan?" Jawab Nabi Musa: "Kamu pelit! Kamu hanya berdoa untuk
    diri sendiri, tidak pernah menjadi pelayan umat, tidak mau menjadi pelayan
    masyarakat." 


    Karena
    itulah ibadah adalah:



    أفضل العبادة إدخال السرور على المؤمنين


    "Sebaik-baik ibadah adalah memberi kesenangan kepada
    orang-orang mukmin."


    Jika kita sudah bisa menjadi
    pelayan umat, menjadi pelayan manusia, menjadi pelayan masyarakat apapun
    profesinya, berarti ketiga unsur di atas telah dimiliki. Yaitu baca Al
    Qur'annya, shalatnya dan menjadi pelayan masyarakatnya.  Dan jika ketiga unsur tersebut ada, maka berarti
    bahwa  Al Mahabbah asaasul ma'rifah, telah
    sampai kepada ketertarikan Islam sehingga pasti ia menjadi manusia yang arif
    dan bijaksana. 


    Ma'aasyirol mukminiina
    rohimakumullooh. 


    Ibadah dengan menjadi pelayan
    masyarakat itu paling utama. Karena itulah diatur dengan Islam. Sebab Islam itu
    untuk kehidupan, sedangkan iman untuk mati. 



    الإسلام للحيات والإيمان للممات


    Islam adalah untuk mengatur tatanan
    kehidupan sedangkan iman untuk  mengatur
    persiapan setelah wafat. Karena itulah islam perlu ilmu pengetahuan dan
    tekhnologi, islam perlu maju dan berani menata masyarakat.


     Ma'aasyirol mukminiina
    rohimakumullooh.


    Akhirnya,
    mari kita introspeksi apa yang disabdakan Rasulullah saw:


    خيركم انفعم للناس

    Sebaik-baik kamu adalah yang  paling bermanfaat bagi manusia. 


    Hari
    ini sudah berapa persen melek saya bagi mansusia. Semenitkah manfaatnya bagi
    manusia,  lima menitkah manfaat saya atau
    10 menitkah. Sebab nilai manusia dilihat dari kemanfaatannya terhadap manusia
    lainya. Jika hari ini saya tidak bermanfaat maka nilai manusianya nol!

    Karena
    itu mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing: sampai jam segini,
    berapa nilai manfaat saya bagi manusia, itulah nilai manusianya.


    Akhirnya
    benar apa yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali bahwa kriteria manusia itu ada
    tiga:


    1. Apabila kita punya sikap saya
    harus bermanfaat di tengah-tengah masyarakat berarti di sana dominan sifat malaikatnya. Karena malaikat ini selalu
    menjadi khidmat tbagi makhluq Allah. Mereka siap 24 jam.  Sifat malaikat yang ada di diri manusia adalah
    hatinya, jiwawnya, ruhnya, akalnya selalu bertanya bagaimana ingin berkhidmat kepada
    manusia; bagaimana ingin selalu menjadi pelayan manusia, bukan hanya memikirkan
    dirinya sendiri dari mulai melek hingga tidur hanya dirinya yang dipikirkan.
    Itulah apa yang disampaikan oleh nabi Musa dalam riwayatnya.    



    2.  Adat manusia itu seperti binatang
    ternak dan zaman. Manfaatnya untuk dirinya. Kebaikannya tidak pernah mencapai
    selain dirinya. Segala sesuatunya hanya untuk dirinya.



    3.   Kriteria ketiga, nauzu
    billah
    , persis seperti binatang buas. Sifat buasnya ini adalah selalu memikirkan
    bagaimana mencari mangsa dan bila dapat langsung dilaahap tanpa memperhatikan
    nilai kerugiannya.


    Karena
    itulah ukuran penghambaan kita kepada Allah adalah setelah mencapai mahabbah
    kepada Allah.





    اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

    بسم الله الرحمن الرحيم

    والعصر إن الإنسان لفي خسر الا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر  



    1.  Demi masa.

    2.  Sesungguhnya
    manusia itu benar-benar dalam kerugian,


    3.  Kecuali
    orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
    supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.




    بارك الله لى ولكم فى القرآن الكريم ونفعنى وإياكم
    بمافيه من الآيات والذكر الحيم وتقبل منى ومنكم تلاوته فاستغفروه انه هو الغفور
    الرحيم

    -------------


    Mohon diteliti ayat dan hadits serta cara penulisannya.
    Khutbah ini disampaikan oleh Alumni Buntet Pesantren di Masjid Habib Ali Kwitang, Jakarta Pusat.


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Iman Mengurus Pribadi, Islam Mengurus Publik Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top