Fitna Film Fitnah - Buntet Pesantren Fitna Film Fitnah - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Wednesday, April 23, 2008

    Fitna Film Fitnah


    Oleh: Ahmad Zaki Alawi


    si pembuat film fitnaUmat muslim sedunia beberapa waktu yang lalu dihebohkan oleh keluarnya film fitna dari Belanda. Kasus itu kemudian meluncur hingga ke seantero bumi. Meski film dilarang, namun beredar bebas di Internet. Reaksi terus bersambut, namun tidak sedikit yang setuju bahkan Wilders, sang politisi Belanda sendiri mengusulkan agar agama Islam ditarik dari Nederland. Ada apa ini?




    Film
    dokumenter yang berdurasi 15 menit tersebut memang mampu membuat kita
    kebakaran jenggot dan jujur sebagai seorang muslim (walaupun tidak  taat),
    saya sempet ngeri melihatnya.

    Bagaimana tidak, dalam film itu
    menggambarkan kerasnya ajaran Islam. terorisme, pembantaian, hukuman
    rajam yang mungkin lebih tepat dikatakan sebagai hukuman mati
    seolah-olah sudah menjadi tradisi dalam Islam.

    Seorang anak kecil
    yang mungkin masih berusia balita dengan entengnya menyebut orang-orang
    Yahudi sebagai kera dan babi. Terorisme dan pembantaian atas nama tuhan
    (Allah) seolah menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Jihad! itu kata
    mereka.

    Terlepas dari penyalah tafsiran ayat Al-Qur'an, apa yang
    mereka lakukan bukanlah sesuatu yang pantas untuk dilakukan dan itu
    tidak mencerminkan umat Islam.  Tapi kita tidak bisa hanya menutup mata
    begitu saja, atau sekedar protes dan unjuk rasa terhadap film tersebut,
    tapi kita sebagai umat islam secara tidak langsung mempunyai tanggung
    jawab moral untuk memperbaiki citra diri kita di mata dunia.

    Kita lihat dari beberapa
    faktor yang menyebabkan Islamphobia terjadi di beberapa belahan dunia
    atau dikalangan tertentu. Sebagai permulaan mungkin kita ada yang
    membahas tentang tafsir ayat-ayat jihad, terus latar belakang historis, 
    sosial dan ekonomi dari kaum terorisme yang mengatasnamakan Islam.

    Sebagai tambahan, bagaimana kita bisa menyikapi persoalan tersebut,
    yang jelas kita sudah berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah
    melarang film tersebut beredar secara luas. Bahkan hingga Presiden RI
    sendiri secara langsung memprotes flm "Fitna" yagn dibuat oleh politisi
    ekstrem Belanda Geert
    Wilders.  Presiden SBY hari Senin (31/3) malam menyatakan, pemerintah
    melarang penayangan film tersebut di Indonesia. Pemerintah berharap
    kepada internet provider tidak menayangkan "Fitna" dalam situs
    internet, kata Presiden.


    Alangkah baiknya mari kita mendiskusikan masalah ini, sebagai
    pembelajaran bagi kita bahwa ternyata ada pihak-pihak yang memang
    sengaja menampilkan Islam yang kemudian dibaca oleh pihak asing sebagai
    representasi islam yang sebenarnya. Sementara di pihak lain, Islam
    ramah seakan tertutup gaungnya oleh islam "urakan".

    Fitnah yang terus digaungkan oleh orang-orang yang membeci Islam, termasuk film fitna ini, tidak terlepas dari bagaimana sikap mereka melihat gaya Islam yang ditampakkan kepada mereka.

    Saya jadi teringat seorang Habib terkenal dari Yaman pernah berkunjung ke
    Kebayoran Jakarta dalam ceramahnya beliau mengatakan bahwa jika di
    negara barat kartun Nabi Muhammad saw itu sampai dibuat, jangan
    sepenuhnya menyalahkan mereka. Sebab mereka bersikap itu adalah
    kontribusi dari cara kita berislam yang ditampakkan kepada mereka.

    * Penulis adalah alumni Buntet Pesantren
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Fitna Film Fitnah Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top