Filsafat Hidup Manusia - Buntet Pesantren Filsafat Hidup Manusia - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Monday, April 14, 2008

    Filsafat Hidup Manusia


    Ada beberapa filsafat hidup yang dianut oleh
    manusia:




    1. Pertama : Dalam hidup
      ini yang penting perut kenyang dan badan sehat.



    2. Kedua   : Dalam
      hidup ini mengikuti ke mana arah angin berhembus, angin berhembus ke Timur,
      ikut ke Timur, angin berhembus ke Barat, ikut ke Barat, supaya selamat dan
      mendapatkan apa yang diinginkan.



    3. Ketiga  : Dalam hidup
      ini yang penting "saya senang" masa bodoh dengan urusan orang lain.


    4. Keempat : Dalam hidup
      ini harus baik di dunia dan baik di akhirat.



     



     



     




    Sebagai muslim sudah selayaknya kita
    berfilsafat sebagaimana filsafat hidup Rasulullah SAW.



     



    Filsafat hidup Rasulullah adalah sebagai
    berikut
    :



    1.     
    Pertama : Rasulullah pernah
    ditanya oleh seorang sahabat. "Wahai Rasulullah,
    bagaimana kriteria orang
    yang baik itu
    ? Rasulullah
    menjawab:



    Yang artinya: "Sebaik-baiknya manusia
    ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain
    ".



    Jika ia seorang hartawan, hartanya tidak
    dinikmati sendiri, tapi dinikmati pula oleh tetangga, sanak famili dan juga
    didermakan untuk kepentingan masyarakat dan agama. Inilah ciri-ciri orang yang
    baik. Jika berilmu, ilmunya dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Jika
    berpangkat, dijadikannya sebagai tempat bernaung orang-orang disekitarnya dan
    jika tanda tangannya berharga maka digunakan untuk kepentingan masyarakat dan
    agama, tidak hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri.



    Pokoknya segala kemampuan/potensi
    hidupnya dapat dinikmati orang lain, dengan kata lain orang baik adalah orang
    yang dapat memfungsikan dirinya ditengah-tengah masyarakat dan bermanfaat.



    Sebaliknya kalau ada orang yang tidak
    bisa memberi manfaat untuk orang lain atau masyarakat sekitarnya bahkan segala
    kenikmatan hanya dinikmatinya sendiri, berarti orang itu jelek. Adanya orang
    seperti itu tidak merubah keadaan dan perginyapun tidak merugikan masyarakat.



    Jadi filsafat hidup Rasulullah SAW
    menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, sudah
    sepantasnya bagi kita sebagai manusia untuk memegang filsafat hidup. Orang yang
    hanya menanam rumput untuk makanan ternak ia akan mendapatkan rumput tapi
    padinya tidak dapat, sebaliknya orang yang menanam padi, ia akan mendapatkan
    padi dan sekaligus mendapatkan rumput, karena rumput tanpa ditanam akan tumbuh
    sendiri. Begitu juga dengan kita yang hidup ini, kalau niat dan motivasinya
    sekedar mencari rumput (uang) iapun akan memperolehnya, tetapi tidak dapat
    padinya atau tidak akan memperoleh nilai ibadah dari seluruh pekerjaannya.



    Oleh karena itu dalam menjalankan
    kehidupan, niatkan  untuk ibadah dengan suatu keyakinan bahwa pekerjaan
    dan tempat kerja kita, kita yakini sebagai tempat mengabdi kepada Nusa, Bangsa
    dan Negara, dan sebagai upaya menghambakan diri kepada Allah SWT. Dengan
    demikian maka setiap hendak berangkat ke tempat bekerja berniatlah beribadah,
    Insya Allah seluruh pekerjaan kita akan bernilai ibadah, dan mendapatkan
    pahala.



    Alangkah ruginya orang yang hidup ini
    niatnya hanya mencari "rumput" walau hal itu penting, tetapi kalau
    niatnya hanya itu saja, orang tersebut termasuk orang yang rugi, karena ia
    tidak akan mendapatkan nilai ibadah dari pekerjaannya.



    Yang namanya ibadah bukan hanya shalat,
    zakat, puasa atau membaca Al-Qur'an saja, tetapi bekerja, mengabdi kepada
    masyarakat, Negara dan Bangsa dengan niat Lillahi Ta'ala ataupun ibadah. Hal ini
    penting untuk diketahui, karena ada yang berfilsafat: Kalau ada duitnya baru
    mau kerja, kalau tidak ada duitnya malas bekerja.



     



    2.     
    Kedua : Rasul pernah
    ditanya, wahai Rasulullah!
    Orang yang paling baik itu yang bagaimana? Rasul menjawab :



    Yang artinya : "Sebaik-baiknya diantara
    kamu ialah orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya
    ".



    Sudah barang tentu orang yang semacamn
    ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebaliknya kalau ada orang yang amalnya
    baik tapi umurnya pendek masyarakat akan merasa kehilangan. Rasulullah juga
    mengatakan,"Seburuk-buruknya manusia yaitu mereka yang panjang umurnya
    tapi jelek perbuatannya".



    Jadi sebenarnya kalau ada orang semacam
    itu mendingan umurnya pendek saja, supaya masyarakat sekitarnya tidak banyak
    menderita dan agar ia tidak terlalu berat tanggung jawabnya di hadapan Allah.
    Orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya itulah orang yang baik.



    Permasalahannya sekarang bagaimana agar
    kita mendapat umur yang panjang. Sementara orang ragu, bukankah Allah telah
    menentukan umur seseorang sebelum lahir? Pernyataan ini memang benar, tapi
    jangan lupa Allah adalah Maha Kuasa menentukan umur yang dikehendaki-Nya.



    Adapun resep agar umur panjang
    sebagaimana resep Rasulullah :



    Secara lahiriyah, kita semua sependapat
    untuk hidup sehat, harus hidup teratur, makan yang bergizi serta menjaga
    kondisi dengan berolahraga yang teratur.



    Secara spiritual orang yang ini panjang
    umur ada dua resepnya:



    1. Pertama : Suka bersedekah yakni melepaskan sebahagian hartanya di jalan
    Allah untuk kepentingan masyarakat, anak yatim, fakir miskin maupun untuk
    kepentingan agama. Dengan kata lain orang yang kikir atau bakhil sangat mungkin
    umurnya pendek.



    2. Kedua    : Suka silahturahmi, Silah berarti hubungan dan rahmi berati
    kasih sayang, jadi suka mengakrabkan hubungan kasih sayang dengan sesama,
    saling kunjung atau dengan saling kirim salam.



    Sementara para ahli tafsir menyatakan
    sekalipun bukan umur itu yang bertambah misalnya 60 tahun, karena sering
    silahturahmi meningkat menjadi 62 tahun, banyak sedekahnya menjadi 65 tahun.
    Kalau bukan umurnya yang bertambah, setidak-tidaknya berkah umur itu yang
    bertambah. Umurnya tetap tapi kualitas dari umur itu yang bertambah.



     



    3.     
    Ketiga : Rasul pernah
    ditanya,
    orang
    yang paling beruntung itu yang bagaimana
    ? Rasul Menjawab :



    Yang artinya : "Barang siapa yang
    keadaannya hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia
    adalah orang beruntung
    ".



    Kalau kita bandingkan dengan tahun
    kemarin, ilmu dan ibadahnya, dedikasinya, etos kerja, disiplin kerja meningkat,
    dan akhlaknya semakin baik, orang tersebut adalah orang yang beruntung. Dengan
    kata lain filsafat hidup Rasulullah yang ketiga adalah "Tiada hari tanpa
    peningkatan kualitas hidup".



    Pernyataan Rasul yang kedua :



    Yang artinya: "Barangsiapa keadaan
    hidupnya pada hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang
    rugi".



    Jika amalnya, akhlaknya, ibadahnya,
    kedisplinannya dan dedikasinya tidak naik dan juga tidak turun maka orang
    tersebut termasuk orang yang merugi.



    Sementara orang bertanya: Kenapa
    dikatakan rugi padahal segala-galanya tidak merosot? Bagaimana dikatakan tidak
    rugi, mata sudah bertambah kabur, uban sudah bertabu, giginya sudah pada gugur
    dan sudah lebih dekat dengan kubur, amalnya tidak juga bertambah, kualitas
    hidup tidak bertambah maka ia adalah rugi. Dan Rasul mengatakan selanjutnya :



    Yang artinya : "Barangsiapa keadaan
    hidupnya pada hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka orang semacam itu
    dilaknat oleh Allah".



    Oleh karena itu pilihan kita tidak ada
    lain kecuali yang pertama, yakni tidak ada hari tanpa peningkatan kualitas
    hidup. Sebagai umat Islam, kedispilinan, dedikasi, kepandaian, kecerdasan,
    keterampilan harus kita tingkatkan, agar kita termasuk orang yang beruntung.



     



    4.Keempat : Rasul pernah ditanya : "Wahai Rasulullah! Suami dan isteri yang
    paling baik itu bagaimana?



     Rasul menjawab :
    "
    Suami
    yang paling baik adalah suami yang sikap dan ucapannya selalu lembut terhadap
    isterinya, tidak pernah bicara kasar, tidak pernah bersikap kasar, tidak pernah
    menyakiti perasaan isterinya, tetap menghormati dan menghargai isterinya
    .



    Sebab ada sikap seorang suami yang suka
    mengungkit-ungkit segala kekurangan isterinya, sehingga dapat menyinggung
    perasaannya, yang demikian termasuk suami yang tidak baik biarpun keren dan
    uangnya banyak. Hakekatnya suami yang tidak baik yaitu suami yang kasar
    terhadap isterinya. Dan seorang laki-laki yang mulia ialah yang bisa memuliakan
    kaum wanita, tidak suka menyepelekan. Sampai-sampai Rasul masih membela kepada
    kaum wanita beberapa saat sebelum Beliau wafat. Beliau sempat berpesan:
    "Aku titipkan nasib kaum wanita kepadamu". Diulangnya tiga kali.
    Karena kaum wanita kedudukannya serba lemah. Jadi kalau seoarang suami memiliki
    akhlak yang tidak baik maka penderitaan sang isteri luar biasa. Hal ini perlu
    kita ingat karena segala sukses yang dicapai oleh sang suami pada hakekatnya
    adalah karena andil sang isteri. Demikian juga andil isteri yang membantu
    mencarikan nafkah.



     



    5.Kelima : Rasul pernah
    ditanya, "Wahai Rasulullah!
    Orang yang benar itu yang bagaimana? Rasul menjawab,"Apabila dia berbuat
    salah segera bertaubat, kembali kepada jalan yang benar
    . Oleh karena itu para filosof
    mengatakan, "Orang yang benar adalah bukan orang yang tak pernah melakukan
    kesalahan, tapi orang yang benar adalah mereka yang sanggup mengendalikan diri
    dari perbuatan yang terlarang dan bila terlanjur melakukannya, ia memperbaiki
    diri dan tidak mengulangi perbuatan yang salah itu. Ibarat anak sekolah
    mengerjakan soal, kalau salah tidak jadi masalah, asal setelah dikoreksi tidak
    mengulangi kesalahannya. Sampai-sampai ada ungkapan yang tidak enak didengar
    tapi benar menurut tuntunan Islam, yaitu: Bekas maling itu lebih baik 
    dari pada bekas santri. Kita tahu bahwa santri adalah orang yang taat beragama,
    sedangkan maling penjahat, pemerkosa, dan sebagainya tapi setelah bertaubat
    menjadi orang yang baik, kembali ke jalan yang benar. Orang yang demikian
    matinya menjadi khusnul khotimah. Memang yang ideal, orang yang baik itu dari
    muda sampai tua baik terus, tapi hal itu jarang.



    Kesalahan yang sudah terlanjur, selama
    masih mau bertaubat tidak jadi masalah. Oleh karena itu, segala hukuman,
    seperti hukuman administrasi dalam kepegawaian, selalu didasarkan atas beberapa
    pertimbangan. Apakah kesalahannya tidak bisa ditolerir, apakah orang tersebut
    perlu diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya atau tidak. Apakah
    kesalahannya terpaksa atau karena kebodohannya? Maka berbagai pertimbangan
    perlu dilakukan sehingga ada kesempatan bagi orang tersebut untuk memperbaiki
    kesalahannya, agar dia bisa kembali menjadi orang yang baik. Nabi Muhammad SAW
    bersabda :



    Yang artinya: "Walaupun engkau
    pernah melakukan kesalahan sehingga langit ini penuh dengan dosamu, asal saja
    kamu bertaubat,  akan terima oleh
    Allah".



     



    6.     
    Keenam : Suka memberi. Sabda Nabi :



    Yang artinya : "Tangan di atas lebih
    baik daripada tangan di bawah
    ".



    Orang yang suka memberi, martabatnya
    lebih terhormat daripada orang yang suka menerima. Allah berfirman :



    Yang artinya : "Perumpamaan (nafkah
    yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
    adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap
    butir, seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
    kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-Baqarah
    : 261)



    Tidak ada orang yang suka sedekah,
    kemudian jatuh miskin. Umumnya yang jatuh miskin karena suka judi, togel, dan
    minuman keras. Dan resep kaya menurut Islam adalah kerja keras, hidup hemat,
    dan suka sedekah.



     



    7.Ketujuh : Rasul pernah
    ditanya oleh para sahabat : "Wahai Rasul! Si pulan itu
    orang yang luar biasa
    hebatnya
    . Dia selalu berada
    dalam masjid, siang malam melakukan shalat, puasa, I'tikaf, berdo'a. Kemudian
    Rasul bertanya kepada para sahabat, "Apakah orang itu punya
    keluarga?" Sahabat menjawab, "Punya Ya Rasul". Kata Rasul :
    "Orang tersebut adalah orang yang tidak baik!. Saya ini suka ibadah tapi
    disamping itu sebagai seorang suami, berusaha mencari nafkah. Sampai Rasul
    menyatakan : " Tergolong tidak baik orang yang hanya mementingkan urusan
    ukhrawi tetapi melalaikan urusan dunia".



    Juga tidak benar orang yang hanya
    mementingkan urusan duniawi tapi melalaikan urusan ukhrawi. Yang paling baik
    adalah seimbang antara kepentingan duniawi dengan kepentingan ukhrowi dan tidak
    berat sebelah.



     



     

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Filsafat Hidup Manusia Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top