Fenomena Artis Berpolitik Praktis - Buntet Pesantren Fenomena Artis Berpolitik Praktis - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Wednesday, April 16, 2008

    Fenomena Artis Berpolitik Praktis


    Oleh: Muhamad Kurtubi

    Hampir semua jagat politik Indonesia terhenyak alias kaget melihat hasil Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar). Pasalnya, pasangan  Ahmad Heryawan-Dede Yusuf hingga hari ini, mampu memenangi perolehan suara  mengungguli pasangan Agum Gumelar- Nu’man Abdul Hakim dan Danny  Setiawan-Iwan Sulandjana. Padahal sebelumnya banyak pengamat mengungguli dua pasangan terakhir bakal  memenangi pemilihan.




    Prediksi itu rupanya tidak main-main sebab pasangan Danny-Iwan diusung 
    Partai Golkar dan Partai Demokrat. Sedangkan pasangan Agum-Nu’man 
    dijagokan oleh PDIP, PPP, PKB, PDS dan partai lainnya. Tapi lagi-lagi
    semua  prediksi itu pupus sudah.

    Setidaknya kita bisa bertanya Apa makna keunggulan pasangan 
    Heryawan-Dede Yusuf? Apakah masyarakat khususnya warga Jawa Barat
    sudash tidak  greget daya tariknya kepada kepemimpinan orang tua dan
    beralih pada yang  lebih muda untuk berkuasa? Atau apakah mesin-mesin
    politik sudah tidak
     berjalan dengan sebagaimana mestinya? Dua hal itu memang menarik
    untuk  dicermati  bahwa ada banyak hal yang membuat  pasangan Hade
    lebih unggul.
     

    Pertama, berangkat dari kemunkinan adanya tokoh yang tenar yaitu Dede 
    Yusuf. Kita tahu dia adalah seorang artis yang berkiprah di DPR. 
    Kemungkinan ini tampaknya menjadi penentu kemenangan. Orang tidak bisa
    menutup  mata, bahwa ketenaran nama berbanding lurus dengan perolehan
    suara.  Contoh lain kita bisa melihat bagaimana pasangan Ismet
    Iskandar-Rano  Karno. Ketokohan Rano Karno mampu menyedot banyak suara.
    Karenanya, tidak  heran jika Tantowi Yahya, artis yang memliki nama
    bagus ini diprediksi  bakal dilirik untuk mengikuti bursa calon Pilkada
    mendatang.

    Meski Tantowi Yahya sendiri belum bersedia menanggapi bukan hal yang 
    mustahil ketenaran artis akan banyak mempengaruhi jagad perpolitikan
    masa  kini. Kecenderungan masyarkat kepada hal-hal yang bersifat
    entertaint  kini tengah marak dipertontonkan. Hingga kemudian
    mempengaruhi  konstelasi politik itu sendiri. Masyarakat tidak begitu
    dipusingkan akan  iming-iming program bagus atau visi dan misi dari
    para kandidat. Yang terjadi  masih marak di masyarakat kita ini akan
    adanya sebuah ketokohan dan  ketenaran.

    Sementara bila kita melihat negara maju, masayarakat di sana yang akan 
    memilih rupanya yang menjadi titik perhatian adalah memahami bagaimana
    para calon itu mengusung program. Demikian pula perdebatan publik antar
    kandidat yagn akan dipilih itu benar-benar diuji. Mereka  tidak
    bosan-bosannya "diplototi" pengalaman dan juga mental spiritualnya.
    Hal  ini tentu saja perlu menjadi perhatian kita masyarakat kita
    semua.  Fenomena ini sebenarnya yang perlu diberdayakan di lingkungan
    masyarakat  kita. Sebab, kita tidak ingin memilih calon-calon yang
    populer yang belum  tentu punya kapabilitas mumpuni untuk menjadi
    pemimpin.

    Faktor kedua, kemenangan Heryawan-Dede juga diperhitungkan karena
    didukung oleh laju mesin  politik partai yang mengusungnya. Semua
    hampir mengethaui tokoh muda Heryawan-Dede Yusuf didikung oleh PKS dan
    PAN. Seperti banyak pihak mengakui, kader  PKS sangat solid dalam
    memberikan dukungan bagi kandidat yang  dicalonkan partainya. Mereka
    kemudian cukup jeli dengna melihat tokoh muda seperti Hade itu dianggap
    populer dan menjadi daya tarik.

    Boleh jadi, masyarakat sudah mulai ’’bosan’’ dengan panggung
    perpolitikan yang diisi oleh para "artis" lama.  Terkait dengan pilpres
    mendaatang, apakah fenomena Jabar ini menjadi daya tarik untuk menjadi
    pertimbangan pada pilpres tahun mendatang? jawabanya tentu ada pada
    para politisi untuk mempertimbangkan ini.  Yang pasti, banyak pihak
    telah mulai berpikir "saatnya yang muda bicara." Karena tenaga muda
    bisa menyegarkan peta perpolitikan bangsa ini untuk berkarya dan
    berdarma demi Indonesia tercinta.*

    *Penulis, alumni MANU Buntet Pesantren Cirebon bukan aktivis politik.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Fenomena Artis Berpolitik Praktis Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top