Belum ada Akses 3G di Buntet Pesantren - Buntet Pesantren Belum ada Akses 3G di Buntet Pesantren - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, April 11, 2008

    Belum ada Akses 3G di Buntet Pesantren


    Mengecek kecepatan akses internet mobile Apakah Anda pernah mencoba akses internet dari HP atau komputer menggunakan modem 3G? Jika pernah pasti mengalami kelambatan akses. Padahal kebutuhan untuk akses cepat baik data maupun gambar di pesantren ini cukup besar. Apalagi Buntet Pesantren sudah memiliki web sendiri dan kebanyakan para kyai pun membaca web dari Handphone.





    Pada liputan peringatan Haul 2008 kemarin, akses internet di Buntet
    cukup lambat karena masih menggunakan teknologi GPRS. Padahal teknologi
    3G yang setingkat lebih tingi dari GPRS itu kini sudah marak di hampir
    setiap merek GSM dan hampir semua kyai di sana mempergunakan GSM yang
    berteknologi 3G.


    "Kapan 3G masuk pesantren ya, biar jangan lambat akses internet di
    sini." keluh Zulva Rafik, saat mengecek kecepatan akses internet dari
    lap topnya langsung dari arena haul.

    Ia menilai, kalau 3G ingin dipasang di sini, sebenarnya tinggal
    melaporkan saja ke pihak telkomsel Kabupaten atau provinsi pasti mereka
    akan mengirim timnya untuk memasang.

    Ketika redaksi mencoba akses internet langsung dari mobile memang
    sangat jauh dibanding dengan kecepatan akses warnet sehingga untuk
    mengirim satu artikel saja mesti bolak-balik me-refresh. Belum lagi
    jika upload gambar terasa lambat sekali.

    "Nanti kita usulkan kepada pihak telkomsel sebab di sini kebanyakan
    menggunakan operator itu." Janji Kang Aleh salah satu pengurus Yayasan
    LPI.


    -------------
    Lebih jauh dengan teknologi HP

        Perkembangan Telekomunikasi Bergerak
        Teknologi Generasi Pertama (1G)
        Generasi pertama atau 1G merupakan teknologi handphone pertama yang
    diperkenalkan pada era 80-an dan masih menggunakan sistem analog.
    Generasi pertama ini menggunakan teknik komunikasi yang disebut
    Frequency Division Multiple Access (FDMA).Teknik ini memungkinkan untuk
    membagi-bagi alokasi frekuensi pada suatu sel untuk digunakan
    masing-masing pelanggan di sel tersebut, sehingga setiap pelanggan saat
    melakukan pembicaraan memiliki frekuensi sendiri (prinsipnya seperti
    pada stasiun radio dimana satu stasiun radio hanya menggunakan satu
    frekuensi untuk siarannya)

        Teknologi Generasi Kedua (2G),
        Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan
    akan kualitas yang semakin baik. Generasi 2G sudah menggunakan
    teknologi digital. Generasi ini menggunakan mekanisme Time Division
    Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access ( CDMA) dalam
    teknik komunikasinya. Yang termasuk dalam teknologi 2G misalnya : GSM
    di eropa dan asia, PDC di Jepang, High Speed Circuit Switched Data
    (HSCSD), dsb. Pada HSCSD kecepatan transfer data dapat mencapai 57,6
    Kbps.

        Teknologi Generasi dua setengah (2.5G)
        Pada perkembangannya terdapat juga GPRS yang dapat dikategorikan
    sebagai teknologi 2.5 G. Disebut sebagai teknologi 2.5G karena
    merupakan peningkatan dari teknologi 2G terutama dalam platform dasar
    GSM telah mengalami penyempurnaan, khususnya untuk aplikasi data.
        Pengembangan teknologi GPRS di atas GSM dapat dilakukan secara
    efektif tanpa menghilangkan infrastruktur lama, yaitu dengan penambahan
    beberapa hardware dan upgrade software baru pada terminal/station dan
    server GSM. Kecepatan transfer data GPRS dapat mencapai hingga 160 kbps.

        Teknologi Generasi ketiga (3G)
        UMTS merupakan kelanjutan dari teknologi GSM/GPRS dimana perbedaan
    utamanya adalah kemampuan akses data yang lebih cepat. UMTS telah
    memilih teknik modulasi WCDMA (Wideband CDMA). UMTS Memiliki kecepatan
    transfer data cepat (144kbps-2Mbps) sehingga dapat melayani layanan
    data broadband seperti internet, video on demand, music on demand,
    games on demand, dan on demand lain yang memungkinkan kita dapat
    memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di TV.
    Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video
    streaming lainnya.
       
    Kelebihan 3G dari generasi-genersi sebelumnya :
       

    1. Kualitas suara yang lebih bagus.

    2. Keamanan yang terjamin.  

    3. Kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk local / Indoor / slow-moving access dan 384kbps untuk wide area access.  

    4. Support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh,
      pengguna dapat browse internet bersamaan dengan melakukan call
      (telepon) ke tujuan yang berbeda.  

    5. Bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk
      internet (IP) dan videoconferencing. Juga high data rate communication
      services and transmissions.Efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat
      menggunakan secara maksimum bandwidth yang terbatas.


        Yang termasuk dalam Teknologi 3G : EDGE, UMTS.

    Teknologi Generasi ketiga setengah (3.5G)
    Teknologi 3,5 G dikenal sebagai teknologi HSPA ( High Speed Packet
    Access). Teknologi HSPA merupakan teknologi dari penyatuan dari
    protocol teknologi mobile sebelumnya, sehingga memperluas dan menambah
    kemampuan (terutama dari sisi kecepatan transfer data) dari protokol
    UMTS yang telah ada sebelumnya. Karena adanya perbedaan kemapuan
    (downlink dan uplink) tersebut HSPA di bagi menjadi 2 standar :

    1. HSUPA ( High Speed Uplink Packet Access )
    Merupakan standar HSPA dengan kemampuan dari sisi kecepatan transfer
    uplinknya ( dari handset ke jaringan ), dimana secara teori HSUPA dapat
    mencapai kecepatan uplink hingga 5,76 Mbps. Tetapi HSUPA ini tidak di
    Implementasikan ( dikomersialkan ) sehingga handsetnya tidak dibuat.

    2. HSDPA ( High Speed Downlink Packet Access )
        Merupakan standar HSPA dengan kemampuan dari sisi kecepatan
    transfer downlinknya (dari jaringan ke handset), dimana HSDPA dapat
    mencapai kecepatan downlink 7.2 Mbps dan secara teori dapat
    ditinggkatkan sampai kecepatan 14.4 Mbps dengan maksimum uplink 384
    kbps. HSDPA selain dapat digunakan oleh handphone, tetapi dapat pula
    digunakan oleh Notebook untuk mengakses data dengan kecepatan tinggi.

    Arsitektur Jaringan HSDPA

    Pada dasarnya infrastruktur pada jaringan UMTS dan HSDPA hampir sama.
    Hal ini disebabkan karena UMTS dan HSDPA sama-sama menggunakan radio
    frekuensi 5Mhz. HSDPA juga menggunakan teknik AMC ( Adaptive Modulation
    Coding ). Ini artinya Base Station mengatur pentransmisian data ke
    pengguna dengan cara mencocokan prioritas pengguna dan memperkirakan
    saluran operasi di lingkungan dengan skema modulasi dan pengkodean yang
    sesuai. Hal ini memaksimalkan kapasitas dan memastikan semua pengguna
    memperoleh keuntungan dari kecepatan data yang bisa dimaksimalkan. Hal
    ini akan mempengaruhi kecepatan data.

    Pada akhirnya HSDPA menyediakan mekanisme pentransmisian kembali
    koreksi kesalahan secara lebih cepat. Dengan HSDPA, ketika suatu base
    station mengirimkan data ke handset maka setelah itu node B akan
    menunggu suatu pengakuan bahwa data telah diterima di Handset. Jika
    tidak diterima pada waktu yang ditentukan, maka akan diasumsikan bahwa
    packet data telah hilang sehingga akan dikrimkan kembali.

    Untuk mendukung teknik modulasi baru yang digunakan HSDPA, perlu
    dilakukan modifikasi pada Node B card channel dan pada alat di bagian
    radio ( amplifier dan transmitter ). Channel card inilah yang nantinya
    akan menangani schedulling, buffering, transsmisi dan pentransmisian
    kembali block data yang diterima dari Core Network. (sumber:
    http://oktady.co.cc/?p=20)






    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Belum ada Akses 3G di Buntet Pesantren Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top