Ahmadiyah Dilarang, Cirebon Meradang - Buntet Pesantren Ahmadiyah Dilarang, Cirebon Meradang - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, April 25, 2008

    Ahmadiyah Dilarang, Cirebon Meradang


    Abdul Muiz SyaeroziFatwa
    MUI dan keputusan BAKORPAKEM soal Ahmadiyah dan menunggu terbitnya SKB
    3 Mentri hari ini, sempat membuat suasana di Cirebon memanas. Pasalnya,
    pada hari-hari sebelumnya, yakni pada tanggal 20 April 2008, sebagian
    ulama-ulama pesantren Cirebon melakukan jumpa pers di Pesantren Kempek
    untuk meminta masyarakat tidak berbuat anarkis. 


     






    Bahkan dalam jumpa persnya itu, para Kyai Pesantren di Cirebon juga menyoal keputusan pemerintah yang membubarkan Ahmadiyah. "Yang
    dikhawatirkan justru akan menimbulkan ketegangan ditengah masyarakat
    dan seolah-olah telah memberi lampu hijau untuk berbuat seenaknya"
    demikian kata seorang pengasuh pondok pesantren Babakan Ciwaringin.
     
    Jumpa pers para Kyai pesantren justru menuai tanggapan yang lain,
    terutama dari kelompok-kelompok Islam yang beraliran keras. Mereka
    menganggap bahwa para Kyai telah mengharamkan setiap orang untuk
    menyatakan sesat aliran Ahmadiyah. anggapan ini ditindak lanjuti oleh
    kelompok-kelompok Islam fundamentalis seperti FUI, MMI dan FPI dengan
    menggerebeg rumah Kyai. Mereka menuntut pertanggung jawaban atas
    penyataan para Kyai di media massa.

    Pada hari yang sama,
    kaum muda NU juga melakukan musyawarah di Pondok Pesantren Babakan.
    Dalaam musyawarah itu, kaum muda NU juga memyesalkan pembubaran
    Ahmadiyah. "Negara tidak mampu melindungi hak kebebasan beragama bagi warganya" kata seorang anggota Musyawarah.
     
    Hingga informasi ini ditulis, kondisi di Cirebon masih tampak tegang.
    Ratusan santri menunggui rumah-rumah Kyai. begitu pula kaum muda NU, GP
    Ansor, Pagar Nusa, PMII dan para pemuda desa  juga turut bergabung.
    Mereka menjaga rumah-rumah Kyai yang di indikasikan akan diserang
    kelompok-kelompok Islam garis keras.




    Mendudukan Persoalan Dengan Benar

     
    Terkait dengan fenomena sesat menyesatkan ini, ada pertanyaan menarik,
    kenapa umat beragama  membutuhkan  negara? Pertanyaan ini banyak
    dijawab oleh para ulama abad pertengahan hijriyah seperti Al Ghozali,
    Syafi'i dan lain-lain. Dalam kitab Ahkamu Assulthaniyyah, Al mawardi
    menjelaskan arti penting kehadiran negara. Salah satunya adalah dapat
    melindungi ummat untuk melakukan Ibadah dan mendekatkan diri pada Allah.
     
    Bagi Almawardi fungsi negara dapat melindungi warganya untuk
    beraktifitas berdasarkan keyakinan yang dianut. Semangat ini juga
    sebenarnya telah tertuang dalam undang-undang negara kita republik
    Indonesia. Indonesia yang mempunyai beragam agama menjamin kebebsan
    bagi para pemeluk agama untuk menjalankan aktivitas keberagamaannya
    sesuai dengan keyakinan masing masing.
     
    Tetapi hal ini tidak
    berlaku bagi Ahmadiyah. Negara tidak melindungi hak kebebasan beragama
    mereka. Ahmadiyah di Indonesia kini nyawanya dicabut melaui fatwa MUI
    dan keputusan BAKORPAKEM. Mereka didiskreditkan, disakiti, dan dirusak
    tempat taqarrub mereka kepada Allah. Iya atau tidak, kita pun tentunya
    mengamini anggapan bahwa negara kita sudah tidak lagi menjamin
    kebebasan umat beragama untuk menjalankan ibadahnya.
     
    Padahal, jika kita mau jujur, justru Ahmadiyahlah yang peduli soal
    kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Mereka punya media informasi yang
    setiap hari memberitakan keramahan Indonesia di mata internasional.
    Apakah dengan membubarkannya kita harus mewujudkan rasa terima kasih
    kepada Ahmadiyah? Atau membiarkan gerak bebas “polisi agama” memfonis “sesat”
    pada setiap aliran keagamaan di Indonesia? Inikah model penghargaan
    kita kepada ahmadiyah. Lalu siapa yang akan menyusul Ahmadiyah?
    Orang-orang yang melakukan Tahlil? Ziarah? wallahu ‘alam Bissawab.[] Baca Pernyataan Sikap Kaum Muda NU.

    Sumber: Fahmina.org

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ahmadiyah Dilarang, Cirebon Meradang Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top