Administrasi Dunia dan Akherat(1) - Buntet Pesantren Administrasi Dunia dan Akherat(1) - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Thursday, April 17, 2008

    Administrasi Dunia dan Akherat(1)

    Gambar dimbil dari http://www.kapanlagi.comthe Real Assurance

     

    Meski saya belum pernah terbang menggunakan pesawat ke luar negeri tapi kalau menerbangkan kapal-kapalan bahkan membuatnya cukup ahli waktu kecil dulu. :) Tetapi sejumput informasi tentang masalah bepergian ke luar negeri, pernah saya dengar. Misalnya, orang yang hendak bepergian ke luar negeri ada syarat administrasi yang tidak boleh ditawar: Jaminan sejumlah uang. (benarkah dugaanku?)

     

     
    Jika benar maka saya lanjutkan menulis, tapi jika salah saya akan terus menuliskan Anda hentikan bacanya. Ya. Jaminan sejumlah uang yang kita miliki mesti ada di kantong kita. Apakah uang saku dalam bentuk sekian nominal atau dalam bentuk traveller check jika berjalan-jalan ke luar negeri.

     


    Demikian pula orang yang pergi secara baik-baik ke luar negeri, bagi yang memiliki keluarga, tentu sejumlah harta diberikan untuk kbutuhan harian. Jaminan itu pulalah yang dituntut oleh keluarga kita. Sebaliknya, bagi keluarga (isteri/suami) anak, saudara dekat, tetangga semuanya berharap agar selamat di tempat tujuan tanpa hambatan.


     


     

    Itulah enaknya pergi secara baik-baik: didoakan biar selamat oleh kelurga dan handai tolan. Karena pergi ke luar negeri saja kita mesti tertib administrasi, bagaimana jika terbang individu ke dunia lain (the day after/akherat) tentu tidak beda yaitu mesti memiliki jaminan. Namun Perlu/tidaknya masalah administrasi ini terserah kita apakah mau dipikirkan masak-masak atau diabaikan. Sebagaimana juga kita dituntut oleh petugas kepabeanan seberapa banyak harta uang yang kita kantongi untuk bekal hidup di luar negeri.


     


     

    Perumpamaan yang mirip dengan hal itu adalah saat ruh terbang ke akherat, seberapa banyak "harta" amal hasil bisnis kita selama ruh dikandung badan untuk bekal hidup di akherat. Jika tidak ingin kena masalah, maka uang yang cukup akan memudahkan kita hidup di luar negeri. Begitu pula, "harta" amal yang dibawa ruh kita akan membuat kedamaian hidup di luar negeri (akherat).


     


     

    Saat kita pergi ke luar negeri keluarga yang ditinggalkan pastinya dibekali uang belanja keperluan harian. Maka apalagi saat kita terbang menuju kota akherat, keluargapun ditinggali warisan sebagai bekal keperluan harian. Sisa-sisa "kekayaan" baik kekayaan harta maupun kekayaan ilmu yang diwariskan kepada keluarga akan dinikmati. Karena semua itu merupakan warisan kepala keluarga pada keluaarga yang ditinggalkannya.


     


     

    Lalu timbal baliknya, anak-anak yang sholeh akan mendoakan ruh kita yang telah terbang ke angkasa akherat. Sebagaimana kita keluar negeri, mereka berharap kita tidak mempunyai masalah saat di LN. Maka, anak sholeh akan berdoa sesuai ajaran orang tuanya. Hasil didikan ini akan bermanfaat memberikan ketenangan bagi ruh kita yang hidup di akherat. Rasuullah saw bersabda:


     


     

    وعن ابي هريرة - رضي الله عنه - قال‏:‏قال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏ ‏(‏اذا مات الانسان انقطع عنه عمله الا من ثلاث، الا من صدقة جارية، او علم ينتفع به، او ولد صالح يدعو له‏)‏ رواه مسلم‏.‏


     

    "Dari Abi Hurairah ra- berkata: Rasullah saw bersabda: "Ketika manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya. (HR Muslim)


     


     

    Pendeknya, orang yang bepergian ke luar negeri saja administrasinya mesti akurat. Begitu pula bekal untuk keluarga yang ditinggalkan semestinya jika dipersiapkan dengan cermat. Demikian itulah jika hendak terbang ke "luar negeri" (the day after/akherat), urusan administrasi dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan dan bekal dirinya kira-kira sama persis.


     


     

    Sungguh bahagia orang yang bisa menatalaksana administrasi keberangkatan ke luar negeri hingga bekal yang dibawa serta yang ditinggalkannya menciptakan senyum (di hati) keluarganya bukan tangis yang memiriskan. Sebab mereka telah diberikan bekal the real assurance. Wallahu a'lam.


     


     

    *Penulis adalah wong Buntet Pesantren Cirebon, Alumni MANU 1988.


     
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Administrasi Dunia dan Akherat(1) Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top