Ruh Orang Meninggal Masuk Jasad Orang Hidup ?? - Buntet Pesantren Ruh Orang Meninggal Masuk Jasad Orang Hidup ?? - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Thursday, March 27, 2008

    Ruh Orang Meninggal Masuk Jasad Orang Hidup ??


    kemasukan_roh.jpgOleh : Hamba-Mu





    Sudah tepat sebenarnya
    istilah "meninggal dunia" untuk menunjuk seseorang yang telah wafat,
    karena memang yang bersangkutan rohnya meninggalkan jasad. "Meninggalkan
    alam dunia" menuju alam lain, alam barzah (alam kubur). Alam yang nun jauh
    di sana (melewati beberapa lapisan langit menurut hadits).







    Alam tempat
    berkumpulnya seluruh arwah orang telah meninggalkan alam dunia. Menunggu sampai
    saat kiamat, di mana semua ruh akan dibangkitkan lagi dan dikumpulkan di alam
    mahsyar, lalu menuju alam hisab dan berakhir di alam akhirat. Disebut alam
    akhirat, karena merupakan alam terakhir, tempat seseorang akan kekal. Apakah di
    syurga atau na'udzubillah di neraka.















    Dengan demikian, roh seseorang yang telah meninggalkan jasad dan meninggalkan
    alam dunia tidak akan kembali (set back) ke alam dunia, karena bila itu
    terjadi, berarti menyimpang dari alur





    perjalanan yang harus ditempuhnya. Lagi pula di alam kubur, tempat arwah
    manusia pertama (Adam a.s.) dan seluruh ruh manusia yang telah mati berkumpul
    di sana, bila ia ruh yang shaleh, maka ia akan merasakan nikmatnya alam kubur
    dengan ditampakkan kepadanya gambaran keadaan syurga tempat ia kelak akan kekal
    di dalamnya.







    Sedangkan bila ia ruh kafir atau Muslim yang dosanya melebihi amal
    shalehnya, ia akan merasakan adzab kubur dengan ditampakkan kepadanya gambaran
    azab neraka jahanam yang kelak akan dirasakannya setelah kiamat terjadi.






    Dengan kata lain, bila (ia) ruh hamba Allah yang saleh mustahil akan
    meninggalkan kenikmatan alam kubur untuk kembali ke alam dunia. Sedangkan bila
    (ia) ruh yang tidak shaleh, mustahil ia berpeluang lolos dari azab kubur untuk
    kembali jalan-jalan di alam dunia. Jangankan di alam kubur bahkan pada saat
    sakaratulmaut saja, ketika ruh akan bersiap-siap ke luar dari jasad
    meninggalkan alam dunia, ruh orang-orang kafir dan orang-orang yang dosanya
    lebih berat dibandingkan amal shalehnya sudah mulai merasakan azab Allah SWT.






    Firman Allah SWT, "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat sewaktu orang-orang
    dzalim (berada) dalam tekanan sakaratulmaut sedang para malaikat memukul dengan
    tangannya (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu." Pada hari ini
    kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu
    mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar." (Q.S. al-An'aam:
    93).








    Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir
    seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "rasakanlah olehmu
    siksa neraka yang membakar" (Q.S. al-Anfaal: 50). Atau "Kepada mereka
    ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat
    dikatakan kepada malaikat: "Masukanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab
    yang sangat keras." (Q.S. al-Mu'min:46).






    Dalam hadits diriwayatkan, Rasulullah Saw memerintahkan para sahabat untuk
    memasukkan jasad orang-orang musyrik yang mati dalam perang Badr ke dalam
    sebuah lubang, lalu beliau berdiri di depan lubang tersebut sambil berseru
    dengan menyebut nama-nama mereka: "Wahai Fulan putra Fulan, apakah kalian
    sekarang telah mendapatkan kebenaran yang telah dijanjikan Allah Tuhan
    kalian?" Sesungguhnya aku telah mendapatkan kebenaran yang telah
    dijanjikan Allah Tuhanku."







    Mendengar itu sahabat Umar berkata, "Wahai
    Rasullullah bagaimana engkau berdialog dengan kaum yang telah manjadi
    bangkai?" Rasulullah Saw bersabda, "Demi Allah yang telah mengutus
    aku dengan kebenaran, sesungguhnya tiadalah kalian lebih mendengar dibanding
    mereka akan apa yang aku ucapkan tadi. Hanya saja mereka tidak kuasa untuk
    menjawabnya." (H.R. Bukhari dan Muslim).






    Dari hadits tersebut di atas dapat disimpulkan, bila para arwah tersebut tidak
    kuasa menjawab Nabi, padahal beliau orang yang paling mengerti dengan alam
    ghaib, maka bagaimana mungkin ada manusia biasa yang dapat berkomunikasi dengan
    arwah?






    Jadi, bila yang terkadang disaksikan orang dalam kasus kesurupan itu tidak
    mungkin arwah orang yang telah mati, maka lebih tidak mungkin lagi bila itu
    malaikat hamba Allah yang dimuliakan Allah SWT yang suci dari
    perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT, "Mereka itu tidak
    mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan
    perintah-perintah-Nya." (Q.S. al-Anbiyaa: 27).






    Oleh karena itu, yang mungkin terjadi dalam kasus kesurupan adalah ulah syaitan
    dari jin yang senantiasa bersaing dengan malaikat untuk menjadi Qarin (teman
    pendamping) manusia. Rasulullah Saw bersabda, "Tidak ada seorang manusia
    pun bersamanya syaitan." (H.R. Muslim). Firman Allah SWT, "Berkata
    "Qorin" (yang menyertai) dia, "Ya Allah Tuhan kami, aku tidak
    menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh."
    (Q.S. Qaaf: 27).








    Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Wallahu a'lam bish-shawab.






     





     

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ruh Orang Meninggal Masuk Jasad Orang Hidup ?? Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top