Rugyaa Atawa Jampi-Jampi - Buntet Pesantren Rugyaa Atawa Jampi-Jampi - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, March 28, 2008

    Rugyaa Atawa Jampi-Jampi


    Oleh: A. Mustofa Bisri

    Dalam keadaan lelah dan lapar, rombongan sahabat Nabi Muhammad SAW
    singgah di suatu desa. Tak ada satu penduduk pun yang sudi menjamu
    mereka. Kebetulan ketika rombongan beranjak pergi meninggalkan desa
    yang bakhil itu, terjadi peristiwa: kepala desanya disengat
    kalajengking berbahaya.  Segala upaya sudah dilakukan. Segala ramuan yang
    biasa mereka gunakan mengobati sengatan binatang berbisa tidak mampu
    menyembuhkannya.




    Lalu, ada seorang yang usul agar mencari rombongan yang barusan saja
    lewat desa mereka. Siapa tahu di antara mereka ada yang bisa mengobati.
    Usul tersebut diterima dan dikirimlah utusan menemui rombongan. Singkat
    cerita, utusan bertemu rombongan dan menceritakan apa yang menimpa
    kepala desa mereka.

    “Apakah di antara kalian ada yang bisa melakukan ruqyah, jampi, untuk
    mengobati kepala desa kami?” tanya mereka. Seorang diantara rombongan
    pun langsung menjawab: “Aku bisa menjampi.” Tapi, aku tidak akan
    menjampi dan mengobati kepala desa kalian, kecuali kalian memberi kami
    kambing.”Akhirnya, disepakati mereka akan memberi beberapa ekor kambing
    sebagai imbalan.

    Demikianlah, sahabat yang mengaku bisa menjampi tersebut dibawa ke
    tempat kepala desa yang berbaring tidak berdaya. Sahabat itu membaca
    surah Fatihah dan meniup-semburi bagian tubuh si kepala desa yang
    tersengat. Ajaib, ternyata sembuh seketika. Orang-orang desa gembira,
    karena kepala desa mereka sembuh. Rombongan juga gembira, karena
    mendapat kambing.

    Setelah rombongan sampai Madinah dan melapor kepada Rasulullah SAW, apa
    komentar beliau? Beliau bersabda kepada sahabat yang menjampi si kepala
    desa, “Dari mana kamu tahu bahwa Fatihah bisa untuk jampi?” Dari Hadits
    sahih di atas, sementara ulama menyimpulkan bahwa ruqyah atau jampi dan
    meminta upah untuk itu diperkenankan oleh agama. Meskipun, ada juga
    yang tetap tidak memperkenankan pengobatan menggunakan ruqyah. Sebagian
    yang lain, berpendapat bahwa ruqyah boleh untuk mengobati sakit akibat
    sengatan dan semisalnya dan tidak boleh untuk yang lain.

    Mungkin ada yang bertanya-tanya mengenai hubungan bacaan ruqyah dengan penyakit. Bagaimana bacaan dan
    tiupan bisa menyembuhkan luka? Saya teringat cerita saudara saya.
    Saudara saya yang insinyur ini pernah menegur setengah memarahi penjual
    rokok tetangganya yang suka menaruh botol air di depan para kyai yang
    sedang melakukan istighotsah, kemudian air dibawa pulang untuk obat.
    “Apa hubungannya?” katanya kepada tetangganya itu.
    “Apa doa-doa itu bisa meresap masuk ke dalam air botol sampeyan ?”

    Sampai suatu ketika, saudara saya itu menemukan dan membaca bukunya Dr.
    Masaru Emoto tentang keajaiban air. “Ternyata,” kata saudara saya,
    “menurut penelitian Dr. Masaru, air bisa menerima pengaruh ucapan,
    bacaan maupun tulisan. Sekarang, galon tempat air minum kami di rumah
    kami tempeli Asmaul Husna.”

    Syahdan, Nabi Muhammad SAW sendiri, seperti dalam Hadits Abdullah Ibn
    Mas’ud, pernah saat sujud, jarinya disengat kalajengking. Setelah
    salat, beliau meminta air dan garam, lalu memasukkan jari yang
    tersengat tersebut ke dalamnya dan membaca “Qul Huwallaahu Ahad” dan
    “Mu’awwidzatain” (“Qul ‘auudzu biRabbil falaq” dan “Qul ‘audzu
    biRabbinnaas”)

    Di dalam Hadits Ibn Mas’ud ini, ruqyah, jampi, atau suwuk tampak hanya
    sebagai ‘pelengkap’. Atau katakanlah, pengobatan gabungan. Gabungan
    antara pengobatan medis dan doa. Boleh jadi, inilah yang paling membuat
    pasien mantap dan pada gilirannya membantu mempercepat penyembuhan.

    Berkenaan dengan itu, Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Utsman bin
    Abil ‘Ash yang pernah mengeluhkan penyakit yang dideritanya sejak masuk
    Islam kepada Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW memberi saran,

    “Letakkan tanganmu di atas bagian yang sakit pada tubuhmu dan bacalah
    Bismillah tiga kali dan baca tujuh kali, A’uudzu bi’izzatiLlahi
    waqudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir.”

    Demikianlah, pengobatan, baik secara medis maupun jampi, hanyalah
    sekedar upaya dan ikhtiar. Pada akhirnya dan hakikatnya Allah
    sendirilah yang menyembuhkan. Maka, sebagaimana upaya dan ikhtiar untuk
    yang lain, kita tidak boleh lupa memohon pertolongan-Nya. (Minal Gusmusnet)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Rugyaa Atawa Jampi-Jampi Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top