Otokritik - Buntet Pesantren Otokritik - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Thursday, March 20, 2008

    Otokritik



    Oleh : H.Abdul Aziz Affandy



     



    Di sekitar tahun 1870 di Amerika Serikat, disebuah kota kecil namanya
    New Orleans dekat dengan kota Houston disana ada pelabuhan kecil yang
    kurang ramai bahkan sangat jarang kapal-kapal yang merapat dan
    melakukan aktivitas bongkar muat disana, maklum karena sarana penunjang
    untuk refreshing (penyegaran) untuk crew kapal-kapal dan tamu disana
    sangatlah kurang seperti: saloon, night club, motel, tempat
    perjudian (amusement centre ) dan tempat-tempat lokalisasi PSK, serta
    tempat hiburan/maksiat tidak terdapat disana kecuali peralatan bongkar
    muat barang.



     




    Hal itu disebabkan hampir semua penduduk disana tua, muda,
    laki-laki, perempuan, anak adalah orang-orang yang taat menjalankan
    ibadah agama Kristen protestan yang fanatik dan setiap minggu
    gereja-gereja mereka penuh sekali dengan jemaat-jemaatnya sehingga
    sulit sekali mendirikan tempat-tempat mesum tersebut, karena pasti akan
    ditentang oleh masyarakat sekitar dan ini berjalan ber-puluh tahum
    lamanya, sehingga kota pelabuhan tersebut jauh tertinggal dengan
    pelabuhan lain di Amerika Serikat.



     





    Suatu hari datanglah seorang kaya raya/milyuner keturunan Yahudi
    yang mengaku atheis (tidak beragama apapun) dan datang ke kota
    pelabuhan ini dengan mengantongi surat ijin yang diperoleh dari yang
    berwewenang di USA akan mendirikan tempat maksiat tersebut.



     





    Setelah negosiasi yang lama dengan alot akhirnya penduduk setempat
    menyetujuinya asalkan tempat-tempat hiburan tersebut tidak mengganggu
    masyarakat di kota ini dan tidak lupa untuk menyenangkan penduduk
    setempat si Yahudi-pun setuju membangun infrastruktur dan apa saja yang
    diminta oleh masyarakat sekitarnya.



     





    Setelah berjalan bertahun-tahun,akhirnya para petinggi gereja di
    sana menyadari bahwa pemba ngunan tempat /fasilitas tersebut sangat
    berdampak buruk, karena generasi muda mereka, bahkan orang-orang tua,
    sudah terseret dengan kemajuan maksiat kota tersebut: berjudi,
    minum-minuman keras, bermain dengan tuna susila & lupa bekerja,
    sudah merupakan pemandangan sehari-hari, bahkan mereka sudah tidak
    pergi ke gereja lagi. Walhasil gereja kosong dan sangat sedikit
    jemaatnya.



     





    Kemudian suatu hari para petinggi gereja dan masayarakat yang masih
    taat beribadah mengadakan rapat membahas masalah dekadensi moral
    tersebut dan di dalam rapat diputuskan kepada seluruh masyarakat
    setempat agar berkumpul gereja di malam minggu dan berdo’a kepada
    Tuhanya semalam suntuk agar semua tempat maksiat-maksiat di atas
    terbakar.





    Apa yang terjadi..?? mulai jam 03 pagi semua
    tempat-tempat tersebut terbakar di mulai dari kamar yang dihuni oleh
    pemilik tempat maksiat tersebut..luar biasa..!! semua habis terbakar.





    Atas laporan kejadian kebakaran tersebut, Polisi melakukan
    penyelidikan yang sangat lama namun tak memba wa hasil apapun, bahkan
    Polisi berkesimpulan bahwa kebakaran tersebut tidak adanya unsur
    kesengajaan maupun krimininal lainnya.





    Merasa tidak puas ..Si Yahudi pun melakukan penyelidikan sendiri bersama pengacaranya akhirnya berkesimpulan
    bahwa kebaran tersebut disebabkan oleh Doa semalam suntuk yang
    dilakukan oleh semua penduduk disekitar kota New Orleans.





    Kemudian Si Yahudipun mengajukan gugatan kepengadilan dan meminta
    ganti rugi kepada gereja dan seluruh masyarakat kota New Orleans untuk
    membayar ganti rugi kebakaran yg besar.



     





    Kemudian digelarlah sidang, yang dipimpin oleh Hakim yang benarbenar
    terpilih. Sangat bijak sana, pintar dan mengusai soal agama karena
    masalahnya sangat pelik dan benar-benar sangat sulit. Begitu juga para
    juri-juri merupakan orang-orang pilihan dari luar daerah..



     





    Si yahudi dan pengacaranya dengan lantang mengatakan bahwa ia sudah
    menjadi seorang yang Atheis ( tidak beragama ) dan menuntut agar Gereja
    dan seluruh masayrakat New–Orleans membayar ganti rugi atas kebakaran
    propertinya, yang disebabkan doa-doa mereka dikabulkan oleh Tuhannya.





     



    Gereja dan masyarakat setempat menolak untuk membayar ganti rugi
    karena dia tidak pernah merasa membakar maupun melakukan perbuatan
    kriminal lainya selain hanya berdoa dan berdoa digereja serta memohon
    kepada Tuhannya agar semua tempat maksiat di daerahnya cepat
    dimusnahkan titik.



     





    Si Yahudipun tetap berkelit bahwa dari dulu sejak berdirinya tempat
    mesum, tidak pernah terjadi kebakaran karena tidak pernah ada do’a
    massal sebelumya dan si Yahudi juga –berkesimpulan bahwa pasti do’a
    mereka dikabulkan dan terjadilah kebarakan.



     





    Giliran gereja dan masyarakat setempat menolak argumentasi si yahudi
    dengan dalih mereka hanya berdo’a dan berdo’a dan mereka tidak tahu
    apakah do’anya dikabulkan apa tidak, jadi mereka masih ragu-ragu dan
    ragu tentang dikabukanya do’anya.



     





    Setelah ber-argumentasi terus menerus berhari-hari dan tidak ada
    jalan tengahnya, akhirnya Hakim yang sangat arif dan bijaksana
    memutuskan bahwa gereja dan masyaraka setempat harus membayar ganti
    rugi kepada si Yahudi dengan alasan “ SI YAHUDI YANG ATHEIS





    “SAJA PERCAYA BAHWA KEBAKARAN TERSEBUT ADALAH AKIBAT
    DO’A ANDA DIKABULKAN OLEH TUHAN ANDA, MENGAPA ANDA-ANDA YANG BERDO’A
    SAMA SEKALI TIDAK PERCAYA, LALU KAPAN ANDA AKAN PERCAYA DO’ANYA AKAN
    DITERIMA DAN ANDA SEMUA TERMASUK ORANG YANG TIDABERSYUKUR. UNTUK ITU
    PENGADILAN MEMERINTAHKAN ANDA SEMUA MEMBA YAR GANTI RUGI “





    ***





    Apa yang dapat kita tarik dari fenomena diatas..?
    Sekarang banyak sekali umat Islam/ kaum muslimin/muslimah yang
    bertabiat seperti mereka, tidak pernah bersyukur, tidak pernah puas
    atas nikmat ALLAH yang diberikan kepada kita. bahkan saking rakusnya
    mereka berpacu mencari kekayaan dengan menbarak koridor agama, korupsi
    berjamaah, lupa kepada fakir miskin, anak yatim/piatu, anak terlantar..
    Naudzubilahi min dzalik.



     





    Ini akibat kita semua kurang menghayati rasa syukur itu dan itu terjadi di semua sektor, ambilah contoh :



     





    Di bidang perdangangan yang erat hubunganya dengan kebutuhan primer,
    beras sudah dipalsukan dengan mencampur bahan kimia untuk mendapatkan
    kwalitet no.1, berapa ribu pompa bensin yang berbuat curang dengan
    menguraNgi isi ( beli 20 liter ternya hanya 18/19 liter), mencapur
    daging celeng/babi ke dalam daging sapi..??



     





    Di bidang hukum..? lihat kasus BLBI yang ditangani oleh 35 Jaksa
    pilihan yang terbaik apa jadinya, ternyata buntutnyapun ada kasus suap,
    lebih dai 75% para jaksa tersebut beragama Islam.



     





    Dibidang agamapun demikian.., Agama dipolitisir untuk mendapatkan
    kedudukan dan penghasilan, tidak jarang para Da’i, para Ustadz dengan
    seenaknya menapsirkan ayat2 Al’ Quran, Al Hadist menurut pesan sponsor
    apalagi menjelang pemilu nanti..?.



     





    Begitu juga dengan bidang2 lainya,kesemuanyan itu karena tidak ada rasa syukur kepada ALLAH SWT.





    Surat AN Nahl (16) ayat 78, ALLAH Berfirman :





    “Dan ALLAH mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam
    keaadan tidak mengetahui sesuatu apapun.Dan dia memberi kamu
    pendengaran,pengelihatan dan hati agar kamu bersyukur “





    As-Syukr ? artinya berterima kasih dalm
    ucapan,bersujud dihadapan ALLAH atas nikmat yang telah diberikan dan
    ketegasan untuk tidak akan melaksanakan tindakan maksiat.



     





    Maqam/Station dari syukur itu lebih tinggi dari pada Sabar dan Khauf
    /takut, oleh karena itu balasan dari pengingkaran terhadap syukur pun
    lebih dasyat.



     





    Mari kita tengok ke belakang kaum nabi Nuh ditenggelamkan dengan
    banjirnya, kaum Nabi Luth diazab dengan suara gemuruh yang menggelegar.
    Kroni-kroni Firaun yang ditenggelamkan di laut merah, kaum Tsamud
    dijaman Nabi Saleh juga diazab dengan halilintar yang menggelegar
    setelah raut muka berubah warna dalam tiga hari. Kaum Aad dizaman Nabi
    Hud disapu dihancurkan oleh ALLAH SWT dengan angin topan dan suara yang
    mnggelegar, juga gempa yang ditimpakan kepada kaum madyan dizaman Nibi
    Syu’aib yang kesemuanya di atas adalah kaum yang tidak pernah bersyukur
    kepada ALLAH.



     





    Demikian juga di negara yang kita cintai,Republik Indonesia apa yang
    sering terjadi..? Tanah longsor, Banjir, Gempa bumi, penyakit yang
    tiada henti-hentinya yang dapat kita saksikan tiap hari. Jadi benar
    kata penyanyi EBIT “ mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
    yang selalu bangga dengan Dosa-dosa “



     





    Semua kejadian diatas bukan hanya fenomena alam belaka, tetapi AZAB dari ALLAH yang tidak pernah kita sadari bersama. Mari kita koreksi/kritik pribadi kita
    sendiri (otokritik) agar dapat terhindar dari azab selanjutnya.





     



    Wassalaamu'alaikum Wr. Wb. 

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Otokritik Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top