Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum - Buntet Pesantren Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Friday, March 21, 2008

    Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum


    H. Harmadi Meninggal DuniaInnalillahi wainna ilaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah Ir. H. Harmadi, mantan ketua Masjid Istiqomah Tn. Kusir Jakarta pada hari ini, Minggu, 20 Januari 2008 pukul 7.30 WIB di rumah duka, Kapling Tn. Kusir, Keb. Lama Jakarta Selatan. Para alumni Buntet Pesantren yang berkecimpung di Masjid ini begitu kehilangan sosok beliau.



     






    Baik keluarga maupun para alumni Buntet Pesantren Cirebon khususnya
    yang ada di Masjid Istiqomah tentu sangat kehilangan sosok beliau yang
    penuh vitalitas, murah senyum dan tegas dalam mengemban misi umat di
    lingkungan dan di Masjid Istiqomah.



     



    Pagi hari pukul 9.00 WIB rumah beliau penuh dengan para pelayat.
    Satu-persatu warga sekitar juga pengurus masjid bedatangan untuk
    bertaziah.



     



    Namun bertepatan dengan meninggalnya beliau, di masjid yang pernah di
    pimpinnya, tengah mengakan peringatan 10 Muharam dan santunan untuk 106
    anak yatim di lingkungan masjid ini. Bahkan setiap bulan santunan itu
    pun diberikan kepada ratusan fakir miskin. Dua peristiwa ini, cukup
    meramaikan lingkungna perumahan di Kav. Tanah Kusir Jakarta Selatan.



     



    "Sejarah yang Baik"


    Dalam kalangan alumni Buntet Pesantren yang merantau ke Jakarta, sosok
    H. Harmadi adalah orang yang telah banyak menorehkan "sejarah yang
    baik" sangat berjasa dalam mengembangkan potensi keilmuan bagi lulusan
    pesantren.



     



    Tecatat dalam sejarah, sejak tahun 1980-an H. Dhabas Rakhmat bersama H.
    Ilham dan lainya adalah orang yang pertama kali bersama beliau menjadi
    pengurus masjid dan bersama-sama pengurus Yayasan Istiqomah membantu
    masyarakat dan membangun sarana pendidikan yang bisa menjembatani
    kepentingan antara dua strata masyarakat.



     



    Perhatian H. Harmadi bersama jajarannya terhadap para alumni Buntet
    yang mengurus masjid istiqomah itu sangat besar. Misalnya disamping
    diberikan intensif bulanan, para pengurus harian itu diberangkatkan
    haji ke tanah suci. Tercatat lebih dari 6 orang telah diberangkatkan
    haji ke Baitullah yang terakhir adalah H. Hanif dan sebelumnya H.
    Bahron Fatin.



     



    Namun tugas para pengemban dakwah dari Buntet Pesantren Cirebon ini
    tidak ringan. Disamping harus mendirikan shalat jamaah mereka pun
    terlibat dalam pengajaran keagamaan bagi anak-anak dan orang dewasa.



     



    Hingga saat ini, majlis pendidikan formal dan informal di Masjid
    Istiqomah cukup berkembang di masjid ini. Misalnya TK umum dan TPA juga
    Diniyah dan Majlis untuk orang tua yang dikelola oleh lulusan Buntet
    Pesantren.



    Perkembangan yang cukup pesat dalam bidang dakwah ini tidak lepas dari peran Ir. H. Harmadi dalam mengurus Masjid.



     




    Peduli Lingkungan

    Di mata keluarga beliau adalah sosok orang tua yang sangat peduli
    dengan lingkungan. Di samping itu bersikap tegas, teliti dan terencana.
    Karenanya, saat mendengar mantan pegawai Pemda Jakarta Barat ini
    meninggal, banyak yang merasa kehilangan terutama keluarga, lingkungan
    dan bagi para santri Buntet yang aktif di Istiqomah.



     



    Bagi anggota keluarganya, tokoh yang murah senyum ini, orangnya sangat
    peduli terhadap lingkungan, sayang pada keluarga, taat dalam beribadah,
    cukup disiplin dan rajin mengemban tugas sebagai ketua RT dan penggerak
    senam kesehatan bagi lingkungannya. Kata Gatot (33 th.) salah satu
    menantu beliau.



     



    Karenanya, Mas Gatot begitu sedih sepeninggal beliau, sebab dalam
    kenangannya, sang mertua ini selalu mengajarkan bagaimana dalam setiap
    aktivitas kehidupan itu harus memiliki visi. Sebab visi ini ibarat
    sebuah niat yang dicanangkan sejak awal.



     



    Kedisiplinan dan ketegasan beliau diakui oleh H. Muslim Khasani, salah
    satu pengurus Majid, alumni Buntet Pesantren ini. Menurut H. Muslim,
    Pak Harmadi itu orangnya, sangat teliti dan tanggung jawab. Karenanya,
    peran beliau di masjid Istiqomah ini terlihat nyata baik fisik bangunan
    juga dari manajemen aktivitas sosialnya. Semua ini tidak bisa lepas
    dari peran beliau. Katanya.



     



    Ketegasan beliau pun sangat diterima akal dan benar adanya. Beliau itu
    menurut istilah orang Buntet adalah orang yang rewel tapi benar. Rewel
    dalam istilah ini berarti menggambarkan sosok orang tua yang peduli dan
    tanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Kata H. Ifroyim.



     



    Akhirnya, kami seluruh sivitas akademi dan Alumni Buntet Pesantren
    Cirebon turut berbela sungkawa atas wafatnya beliau. Semoga Allah swt
    memaafkan segala dosa-dosa beliau dan ditempatkan di sisiNya dalam
    Rakhmat dan InayahNya. Amin. (M. Kurtubi)



     



    Simak berita bergambar lainnya

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Alumni Buntet Kehilangan Ketua Masjid yang Murah Senyum Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top