AIR DAN GLOBAL WARMING - Buntet Pesantren AIR DAN GLOBAL WARMING - Buntet Pesantren
  • Latest News

    Saturday, March 29, 2008

    AIR DAN GLOBAL WARMING


    Oleh: Muhammad Kurtubi



     





    Air sumber kehidupan itu hanya terdiri dari dua unsur...Tertarik dengan tulisan KH. Mustofa Bisri di situs ini, tentang Prof. Masaru Emoto di Jepang yang meneliti sifat hexagonal air. Maka penulis ingin  berbagi  masalah air dan kesehatan. Barangkali bisa memperkaya informasi seputar air kesehatan yang "dijampi-jampi". Adakah jampi-jampi ala pesantren ini matching dengan iptek?



     



    Air adalah sumber kehidupan sebagaimana ayat quran berbunyi: “waja’alnaa minal maai kulla syain hayy”, Kujadikan
    dengan air itu segala sesuatu menjadi hidup. Tapi baru saja tadi siang
    seusai juma’atan kulihat motor-motor gagal dihidupkan karena basah
    terkena hujan.



     



     



    Berarti air bukan sumber kehidupan mesin itu sendiri dong. Tetapi
    justru sebagai penghambat lajunya energi mesin yang perlu dihiupkan
    demi hdiupnya roda perekonomian si pemilik motor. Saya lihat putus asa
    di selah berkali-kali engkol motornya, sales itu akhirnya putus asa dan
    bersandar kembali ke masjid. Merenung sendiri.













    Air Sebagai Global Warming!





    Orang tengah berczikir, air aqua merekamnya dan membentuk molekul hebat... Mungkin
    anda akan mengatakan bahwa orang-orang di pesantren sebagai pengidap
    TBC.  Misalnya pada saat tahlilan, atau doa bersama, di hadapan hadirin
    terdapat air yang di botol aqua atau wadah lainnya. Air itu biasanya
    ditempatkan di tengah-tengah orang-orang yang tengah membaca quran.
    Bila doa sudah selesai air itu sendiri akan diminum oleh keluarganya.





    Mengapa itu dilakukan, hal ini terkait dengan alam air itu sendiri
    sebagai global warning. Maksudnya, air itu ternyata mampu merekam
    segala hal yang ada di sekitarnya. Karenanya, air yang merespon doa,
    dan bacaan quran dan syair-syair yang baik, ternyata akan terbentuk
    sejenis bentukan atom yang indah, berbeda dengan air yang merekam suara
    keras, tak beraturan dan jelek, maka bentukannya pun jelek.





    Peneliti asal Jepang Dr Masaru Emoto, seperti
    di tulis dalam berbagai media, suatu kali melakukan riset laboratorium
    tentang air. Ajaib, air bisa menangkap pesan-pesan dalam udara yang
    kemudian memengaruhi bentuk molekul air tersebut. Saat air diberikan
    getaran cinta dan kasih sayang melalui kata-kata cinta, terima kasih,
    dan sentuhan lagu lembut yang menyejukkan pikiran,tampak bahwa
    perlahan- lahan air tersebut membentuk dirinya menjadi molekul
    berbentuk indah seperti kristal bersegi 6.





    Sebaliknya, ketika air tadi dikata-katai dengan umpatan
    seperti “Kamu membuatku muak!”, “Kamu bodoh!” atau diberi getaran
    lagulagu heavy metal, terlihat bahwa bentuk molekul air menjadi sangat
    jelek. Penelitian lainnya juga pernah dilakukan pada air tanah di Kobe,
    Jepang.Beberapa hari pascagempa bumi besar Hanshin-Awaji tahun 1995,
    sampel air tanah yang diteliti menunjukkan molekul yang buruk rupa,
    serupa kemuraman dan kesedihan warga Kobe akibat gempa bumi yang
    menelan korban jiwa 140.000 orang itu.





    Simpati pun berdatangan, relawan, dan warga saling
    bahumembahu memulihkan derita para korban. Kebersamaan dan kepedulian
    menguat. Hal tersebut rupanya menimbulkan atmosfer yang sangat
    positif.Tiga bulan pascagempa, molekul air tanah di Kobe menampakkan
    bentuk yang indah. Itulah sekelumit pelajaran yang bisa direnungkan,
    betapa kasih sayang dan kata-kata positif sangat besar manfaatnya.





    Bagaimana dengan dzikiran, tentu saja kalimat yang didendangkan
    dalam dzikiran, tahlilan, marhabanan, yang dikatakan bid’ah itu, tentu
    saja air akan merespon dengan baik. Karenanya, jika diminum air ini
    sangat membantu kesehatan.



     





    Bagi manusia, air di dalam tubuh terdiri dari hampir 70%nya. Makanya
    saat manusia diberikan kata-kata sejuk dan menyejukkan akan direspon
    dengan baik, sebaliknya orang yang dikasari maka terbentuk molekul air
    dalam tubuh kita untuk menolaknya.



     





    Begitupula anak kecil yang sedang tumbuh otaknya, maka kata-kata
    yang baik dan pendidikan yang baik dari orangtuanya akan membemtuk
    molekul tubuh yang bagus. Sebaliknya, jika umpatan, makian dan
    serapahan, jangan khawatir itupun akan direspon pula oleh tubuh tampa
    sadar. sehingga saat beawr nanti para orang tua baru memahami sebentuk
    molekul anak-anaknya itu bertingkah kasar dan tak karu-karuan mirip
    molekul yang jelek.



     





    Demikian juga oksigen dan hidrogen sebagai pembentuk molekul air di
    alam ini. Manakala manusia-manusia di bumi tidak mencintai kesejukan
    suka pada perang, kasar dan kanibalisme, kemaksiatan vertikal dan
    horizontal tumbuh subur, niscaya hidrogen dan oksigen akan merespon
    negatif. Polutan atau carbon dioksida akan terbentuk lebih banyak dari
    pada pembentukan oksigen. Sehinggalah kita mengenal istilah  global
    warming, climate change, pemanasan global dan istilah lainnya.



     






    Akhirnya, kita sebenarnya sudah diingatkan bahwa alam ini mirip sebentuk puzzle,yang
    akan saling melengkapi, karenanya, demikian pula maka kombinasi unsur
    oksigen dan hidrogen sebagai pembentuk air, maka jangan sekali-kali
    diganggu dengan berbagai masalah “sampah” ideologi, madzhab dan sumpah
    serapah. Cukuplah air sebagai global warming! :)






     



    Penulis adalah lulusan MANU Buntet Pesantren Cirebon

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: AIR DAN GLOBAL WARMING Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top