Tanya:
SAYA seorang Guru Agama SMP Negeri di Wilayah Cirebon, ingin bertanya bagaimana cara memasukkan Quran Player ke dalam website kita tanpa harus berpindah browser seperti di situs ini "ngebet quran" saya sangat menunggu jawabannya, saya takjub sekali, mudah-mudahan admin berkenan berbagi
ilmu. Kebetulan saya juga penggemar Joomla!
|
|
|
Wong Buntet Pesantren Ning London |
|
|
|
Assalamualaikum war, wab.
Hi Adik-adik semua
Maaf
sudah lama saya tidak menulis di BuntetPesantren.org, karena ada
sesuatu atau dua hal yang menyebabkan saya lama menulis kembali ke
BuntetPesantren.org. Adapun alasannya, lebih baik tidak saya tuliskan
disini, tapi saya mungkin pernah berbicara pada satu atau dua saudara
saya di Buntet Pesantren, waktu saya di Buntet Pesantren, beberapa
minggu yang lalu waktu saya di sana. Saya merasa kecewa sekali, waktu
saya berada di Buntet Pesantren, tidak bisa ketemu dengan crew dari
BuntetPesantren.org, yang sebetulnya, saya ingin bertukar pikiran
dengan mereka. Tapi memang, karena saya disable, jadi aselamanya saya
tinggal di Buntet Pesantren, seperti harapan saya.
|
|
|
Elsandi, Anak TK yang Fasih Baca Quran |
|
|
|
Dari 572 anak yang berasal dari 41 unit TK/TPA se Jabodetabek yang diwisuda bersama di Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Banten, Minggu (28/6), hanya dua anak usia TK (5 th) yang dinyatakan lulus karena telah berhasil menghatamkan Al Quran 30 Juz, selebihnya hanya lulus Iqro jilid 6. Salah satunya berasal dari dari TK/TPA "Nanjar" Ciputat yang dikelola oleh Hj. Sundusiah bt Ahmad Faqih, alumni dan warga Buntet Pesantren Cirebon.
|
|
|
Kyai dan Pesantren merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Walau memang tidak semua Kyai mempunyai Pesantren, namun sebaliknya, tidak akan ada Pesantren tanpa hadinya seorang Kyai. Lalu mengapa Kyai itu ada? Bagaimana peran mereka seiring perubahan zaman?
Gus Mus (sapaan akrab bagi K.H. A. Mustofa Bisri, seorang Kyai di Rembang, Jawa Tengah) mengulas sosok yang disebut sebagai Kyai serta perannya, terlebih di dunia modern ini. Sosok yang mau mengorbankan tenaga, pikiran dan hartanya untuk masyarakat, yang bersedia mendidik anak-anak orang tanpa dibayar, yang ikhlas menunjukkan jalan mereka yang tidak ingin tersesat dan siap menampung keluh-kesah mereka yang gelisah.
|
|
|
Ahlussunnah waljama'ah dalam Aqidah Asy'ariyah.. |
|
|
|
Oleh Tb. Ahmad Rivqi Khan
Banyak orang islam tidak tahu madzhab Asyai'roh (jama' dari Asy'ary) dan tidak kenal siapa mereka sebenarnya..? apa jalan ideologi mereka? bahkan sebagian kelompok ada yang menggolongkan mereka ke dalam kelompok sesat dan menuduh mereka telah keluar dari rel Agama.
|
|
Oleh Putry Farah Bariroh
Bertemu kalian adalah kebahagiaan...
kau disana
aku disini
dia disitu
mereka di sini..
tak bertemu...
|
|
|
Membaca Kembali Kitab Kuning |
|
|
|
Oleh Jajang Jahroni
Mungkin tulisan ini menggusarkan mereka yang selama ini begitu menghormati warisan khasanah intelektual Islam tradisional yang kerap disebut kitab kuning. Bukan maksud saya membuat gusar. Boleh dibilang saya pun santri, dan selama beberapa tahun pernah mempelajari kitab kuning. Sekarang saya gunakan istilah ’kitab kuning’ untuk menyebut khasanah warisan yang saya maksud, meskipun, pada awalnya, saya kurang setuju dengan istilah ini.
|
|
|
Jepang bisa Modern, Tradisi tetap Koheren |
|
|
|
Oleh Kurt Zaenuddin
Sebuah tradisi bila tetap dijaga ternyata tidak serta merta mendapat julukan yang kurang enak: tradisionalis,
kolot dan kuno. Sebaliknya, bagi masyarakat Jepang tidaklah demikian.
Jepang, sebuah negara yang memperoleh kesuksesan menjadi negara modern
dan patut dicontoh bagi negara-negara berkembang di Asia, justru maju
dan modern karena menunggangi nilai-nilai tradisinya. Nilai-nilai
tradisi apakah yang tetap diusung Jepang dalam menapaki dirinya hingga
berhasil mengimbangi negara-negara maju di Amerika dan Eropa lainnya?
|
|
|
Koijiro: Budaya Wong Buntet sama dengan Jepang |
|
|
|
Dubes Jepang, Mr. Kojiro Shiojiri berkunjung ke Buntet Pesantren ternyata ada kesamaan budaya yang dianut warga Jepang dan Buntet pada khususnya. Karenanya ia mengaku sangat tertarik dengan Ponpes
Buntet yang merupakan salah satu ponpes tertua di Indonesia. Selama
ini, ia hanya mendapat informasi mengenai pesantren yang sering
didatangi tokoh nasional tersebut.
|
|
|
Alasan Dubes Jepang Datangi Pesantren |
|
|
|
Rasanya tidak "nyambung" kalau Dubes Jepang datang ke Pesantren, kalau yang berkujung itu adalah syekh dari negeri Arab atau dari negara yang mayoritas mulism itu tidak aneh. Tetapi ternyata justru yang menarik perhatian pesantren adalah negara-negara di luar itu seperti Jepang, dan negara lain. Karenanya, layak dipertanyakan apa sebenarnya kunjungan Dubes Jepang ke Pesantren dan ke Buntet.
|
|
|
Dubes Jepang Kunjungi Buntet Pesantren |
|
|
|
|
Dubes Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri mengunjungi Pondok Pesantren Buntet Cirebon, selain mengadakan dialog dengan para kiayi dan pengajar juga secara khusus mengunjungi makam Endang Arifin.
"Saya kesini (Pondok Pesantren Buntet) untuk mengadakan dialog dengan para pengasuh pondok pesantren terutama tentang sistem pengajaran," katanya kepada wartawan usai pertemuan dengan dengan para pengasuh pondok pesantrean Buntet, Kamis.
|
|
|
Sebuah berita di Kompas.com hari ini cukup menecengangkan. Pria Kalifornia, bernama Thomas Beatie?
adalah pria yang melahirkan bayi perempuan setahun lalu dan menarik
perhatian dunia internasional. Kini ia kembali melahirkan anak, kali
ini laki-laki. Bagaimana ini bisa terjadi?
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 17 dari 937 |